This Author published in this journals
All Journal Envirology
Deti Pebrianti
Universitas Persatuan Islam

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kearifan Ekologis Dalam Sejarah Bahasa Arab: Relasi Manusia, Air, Dan Lingkungan Kawasan Kering Deti Pebrianti
Envirology Vol. 3 No. 1 (2025): ENVIROLOGY
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/envirology.v3i1.307

Abstract

Kawasan kering merupakan ekosistem yang memiliki keterbatasan sumber daya air sehingga menuntut masyarakatnya mengembangkan strategi adaptasi yang berkelanjutan. Dalam sejarah peradaban Arab, kondisi ekologis tersebut tidak hanya membentuk pola kehidupan sosial dan budaya, tetapi juga memengaruhi perkembangan bahasa Arab yang kaya akan kosakata serta ungkapan yang berkaitan dengan air, gurun, hujan, dan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis kearifan ekologis yang tercermin dalam sejarah bahasa Arab melalui relasi antara manusia, air, dan lingkungan kawasan kering serta mengkaji relevansinya terhadap konsep keberlanjutan lingkungan. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif melalui penelaahan berbagai buku, artikel ilmiah nasional dan internasional, serta dokumen akademik yang berkaitan dengan sejarah bahasa Arab, budaya Arab, pengelolaan air, etika lingkungan Islam, dan konservasi sumber daya alam. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema-tema ekologis yang berkembang dalam berbagai literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa sejarah bahasa Arab merefleksikan hubungan yang erat antara masyarakat Arab dengan kondisi ekologis kawasan kering. Kekayaan kosakata yang berkaitan dengan air, gurun, hujan, dan oasis menunjukkan pengalaman ekologis yang kemudian berkembang menjadi nilai-nilai budaya berupa penghormatan terhadap air, pemanfaatan sumber daya secara bijaksana, serta tanggung jawab menjaga keseimbangan lingkungan. Nilai-nilai tersebut selaras dengan prinsip etika lingkungan dalam Islam dan memiliki relevansi dalam mendukung konservasi air, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta penguatan literasi ekologis di tengah tantangan perubahan iklim global. Penelitian ini menegaskan bahwa sejarah bahasa Arab tidak hanya merepresentasikan perkembangan linguistik, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan ekologis yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan kajian ilmu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.