Kerusakan lingkungan merupakan salah satu persoalan global yang turut mendapat perhatian dalam Al-Qur’an melalui konsep فَسَادٌ فِي الْأَرْضِ. Berbagai penelitian sebelumnya lebih banyak mengkaji konsep tersebut melalui pendekatan tafsir, semantik, dan ekoteologi, sedangkan kajian linguistik khususnya analisis i’rab terhadap ayat-ayat kerusakan lingkungan masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk i’rab pada ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat konsep فَسَادٌ فِي الْأَرْضِ serta menjelaskan implikasi struktur sintaksis terhadap pemaknaan kerusakan lingkungan dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data penelitian berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat konsep فَسَادٌ, khususnya yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan, yang dianalisis menggunakan pendekatan ilmu nahwu dan i’rab serta didukung oleh kitab tafsir dan literatur linguistik Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur i’rab dalam ayat-ayat kerusakan lingkungan memiliki peran penting dalam membentuk makna dan penekanan pesan Al-Qur’an. Kedudukan gramatikal unsur-unsur kalimat seperti fi‘il, fā‘il, maf‘ūl, dan jar-majrūr memberikan pengaruh terhadap penafsiran ayat, terutama dalam menjelaskan hubungan antara perilaku manusia dan terjadinya kerusakan di bumi. Selain itu, analisis i’rab menunjukkan bahwa konsep فَسَادٌ فِي الْأَرْضِ tidak hanya mengandung makna kerusakan fisik, tetapi juga mencerminkan kerusakan sosial, moral, dan ekologis. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan linguistik melalui analisis i’rab dapat memperkaya pemahaman terhadap ayat-ayat lingkungan dalam Al-Qur’an serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian tafsir dan studi lingkungan Islam. : I‘rāb Al-Qur’an, Fasād fī al-Arḍ, Kerusakan Lingkungan, Linguistik Al-Qur’an, Tafsir Ekologis, Ekoteologi Islam.