This Author published in this journals
All Journal Envirology
Hafidz Fauzan Nugraha
Universitas persatuan Islam

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Retorika Balaghah dalam Ayat-Ayat Ekologis Al-Qur’an: Pesan Konservasi, Keseimbangan, dan Larangan Kerusakan Alam Gugum Muhamad Rizki; Hafidz Fauzan Nugraha
Envirology Vol. 3 No. 2 (2025): ENVIROLOGY
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/envirology.v3i2.333

Abstract

lingkungan merupakan salah satu tantangan global yang memerlukan pendekatan multidisipliner, termasuk melalui perspektif keagamaan. Al-Qur'an memuat berbagai ayat ekologis yang mengandung nilai-nilai konservasi, keseimbangan, dan larangan melakukan kerusakan terhadap alam. Namun, sebagian besar penelitian terdahulu lebih berfokus pada aspek tafsir, sedangkan kajian mengenai retorika Balaghah sebagai media penyampaian pesan ekologis masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis retorika Balaghah pada ayat-ayat ekologis Al-Qur'an serta mengkaji relevansinya terhadap konservasi lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur'an sebagai sumber utama, kitab tafsir, literatur Balaghah, serta berbagai jurnal ilmiah yang membahas tafsir ekologis dan ilmu lingkungan. Analisis dilakukan melalui pendekatan tafsir tematik (tafsīr maudhū‘ī) dengan mengintegrasikan tiga cabang ilmu Balaghah, yaitu Ma‘ānī, Bayān, dan Badī‘, kemudian disintesiskan dengan konsep-konsep ilmu lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa retorika Balaghah berperan dalam memperkuat penyampaian pesan ekologis Al-Qur'an melalui penggunaan bentuk khabar, amr, nahy, istifhām, dan ta'kīd, serta pemanfaatan gaya bahasa dan keindahan makna yang membangun kesadaran ekologis secara persuasif. Analisis terhadap QS. Al-Baqarah [2]:30, QS. Al-A‘rāf [7]:56, QS. Ar-Rūm [30]:41, QS. Ar-Raḥmān [55]:7–9, dan QS. Hūd [11]:61 menunjukkan bahwa konsep khalīfah, fasād, mīzān, dan isti‘mār al-arḍ membentuk kerangka etika konservasi lingkungan yang utuh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Balaghah tidak hanya berfungsi menjelaskan keindahan bahasa Al-Qur'an, tetapi juga menjadi instrumen retoris yang memperkuat nilai-nilai konservasi, keseimbangan ekologis, dan tanggung jawab manusia terhadap kelestarian lingkungan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian interdisipliner antara studi Al-Qur'an, bahasa Arab, dan ilmu lingkungan serta menjadi referensi dalam pengembangan etika lingkungan Islam.