Farrel Atmaja
Politeknik Negeri Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kelayakan Investasi dan Trade-Off Theory dalam Penentuan Struktur Modal Proyek (Studi Kasus: PT Yabest Property Indonesia) Farrel Atmaja
Jurnal Akuntansi Bisnis dan Humaniora Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Akuntansi Bisnis dan Humaniora
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabh.v13i2.9701

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi struktur modal proyek pada PT Yabest Property Indonesia melalui studi kelayakan investasi dan pendekatan Trade-Off Theory. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode dokumentasi. Data yang digunakan pada penelitian adalah laporan keuangan historis 2022-2024 dan rencana anggaran biaya (RAB) proyek selama 3 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek sangat layak dijalankan dengan nilai Discounted Payback Period (DPP) selama 1 tahun, jauh lebih cepat dibandingkan durasi proyek selama 3 tahun. Dari aspek struktur modal, penambahan utang bank sebesar Rp 2.000.000.000 menghasilkan rasio Debt to Equity Ratio (DER) pro-forma sebesar 69%. Angka ini menunjukkan bahwa perusahaan telah mencapai titik optimal karena selaras dengan rata-rata standar industri properti (69%), yang membuktikan keberhasilan strategi penyeimbangan risiko dan manfaat pendanaan. study are historical financial statements for 2022-2024 and the project's budget plan (RAB) for 3 years. The results show that the project is highly feasible to run with a Discounted Payback Period (DPP) of 1 year, much faster than the project duration of 3 years. From the capital structure aspect, the addition of bank debt of Rp 2,000,000,000 resulted in a pro-forma Debt to Equity Ratio (DER) of 69%. This figure indicates that the company has reached an optimal point because it is in line with the average property industry standard (69%), which proves the success of the strategy of balancing risks and funding benefits.