This Author published in this journals
All Journal ALFABETA
Rustini, Teni
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Religiusitas dalam Novel 172 Days Aku Ikhlas Tapi Aku Rindu Karya Nadzira Shafa Rustini, Teni
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1068

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan nilai religiuisitas yang terdapat pada novel 172 Days Aku Ikhlas, tapi Aku Rindu karya Nadzira Shafa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menyajikan hasil penelitian melalui kata-kata. Data yang diambil ialah kalimat yang mengandung nilai religiuisitas. Sumber penelitian ini berupa novel yang berisikan tentang nilai-nilai religiuisitas. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik model Miles and Huberman, di antaranya: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel 172 Days Aku Ikhlas tapi Aku Rindu mengandung nilai religiuisitas. Dengan demikian, hasil penelitian menemukan sebanyak 37 nilai religiuisitas, di antaranya: 8 dimensi keyakinan, 12 dimensi praktik agama, 8 dimensi pengetahuan agama, dan 1 dimensi konsekuensi. Dengan adanya, nilai religiuisitas dalam novel 172 Days Aku Ikhlas, tapi Aku Rindu secara tidak langsung mengingatkan kita untuk terus istiqomah dalam menjalankan perintah Allah dan menjauihi larangannya. Selain itu, kita perlu menanamkan rasa syukur dan ikhlas terhadap pemberian Tuhan, sekalipun menyakitkan tetapi bagi Tuhan itu adalah sesuatu yang terbaik untuk hambannya. Hidup memang tidak terlepas dari ujian maka dari itu jangan sampai kita tidak melibatkan Allah dalam setiap perjalanan.