This Author published in this journals
All Journal ALFABETA
Ihsanul Fuadi Yusda
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Abnormalitas Tokoh Perempuan dalam Naskah Malin Kundang Karya Syafril: Tinjauan Psikologi Sastra Ahmad Zikri; Ihsanul Fuadi Yusda
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 6 No. 1 (2023): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v6i1.1083

Abstract

Penelitian ini berfokus pada abnormalitas yang terjadi pada tokoh perempuan dalam naskah Malin Kundang karya Syafril. Abnormalitas adalah suatu perilaku yang tidak sesuai dengan keadaan pada umumnya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bentuk-bentuk abnormalitas dan penyebab terjadinya abnormalitas tokoh perempuan. Jenis penelitian yang digunakan ialah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah dan peneliti sebagai instrumen kunci. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan ialah psikologi sastra, khususnya teori psikologi kepribadian yang dikemukan oleh Gordon W. Allport. Tujuan penelitian psikologi sastra ialah untuk memahami aspek-aspek kejiwaan yang terkandung dalam karya sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik baca catat, kepustakaan, dan instrumen. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka hasil penelitian ini yaitu: (1) tokoh perempuan melakukan tindakan abnormal, yakni tidak peduli dengan kehidupan keluarganya yang miskin; (2) tokoh perempuan melakukan perkataan berprasangka buruk kepada suaminya; (3) perkataan yang tidak sesuai situasi dan kondisi; (4) tokoh perempuan tidak percaya dengan apa yang telah diceritakan oleh tokoh perempuan tua; (5) tokoh perempuan menganggap sebuah doa tidak akan ada lagi gunanya, (6) dan tokoh perempuan mengatakan suaminya telah hilang dan telah menikah dengan perempuan lain.