This Author published in this journals
All Journal ALFABETA
Sunita Diah Putri Ayundita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sikap Bahasa dan Pemilihan Bahasa Gen Z Etnis Madura Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso Sunita Diah Putri Ayundita; Moch.Syahri
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v9i1.2981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap dan pemilihan bahasa Gen Z etnis Madura di Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso sebagai bagian dari upaya pemertahanan bahasa daerah. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan orientasi teoretis etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Pedoman wawancara penelitian berisi 26 pertanyaan dan dijawab oleh tujuh informan yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap bahasa Gen Z etnis Madura cenderung negatif terhadap bahasa ibunya. Sikap negatif mereka dipengaruhi oleh stigma sosial negatif tentang etnis Madura dan persepsi bahwa bahasa Madura memiliki prestise yang lebih rendah dibanding bahasa lainnya. Sikap positif dan sikap netral hanya muncul dalam beberapa konteks yang bersifat simbolik dan emosional. Pemilihan bahasa Gen Z etnis Madura dalam ranah kekeluargaan menunjukkan pemertahanan penggunaan bahasa Madura, tetapi penggunaannya bergantung pada pola komunikasi yang dibentuk sejak kecil. Sementara dalam ranah kekariban, khususnya di lingkungan yang heterogen secara etnis, bahasa Indonesia menjadi bahasa utama yang dominan digunakan. Fenomena ini berdampak pada berkurangnya frekuensi penggunaan bahasa Madura dalam kehidupan sehari-hari. Minimnya penguasaan terhadap bahasa Madura disebabkan oleh keterbatasan pembelajaran yang berkelanjutan di institusi pendidikan. Kondisi ini berpotensi mengancam keberlangsungan bahasa Madura di masa mendatang, khususnya sebagai bagian dari identitas kultural masyarakat Bondowoso.