Penelitian ini bertujuan menganalisis reaktualisasi fungsi masjid sebagai pusat pendidikan anak berbasis komunitas di wilayah pedesaan, dengan studi kasus di Masjid lingkungan SD Telaga Sunnah, Desa Agung Dalam, Tulang Bawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengurus masjid, pengajar, dan orang tua, serta dokumentasi kegiatan pendidikan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid telah mengalami reaktualisasi fungsi dari sekadar ruang ibadah menjadi pusat pendidikan nonformal berbasis komunitas yang terintegrasi dengan sekolah dan keluarga. Program seperti tahsin dan tahfidz Al-Qur’an, praktik ibadah, muhadoroh anak, serta kegiatan tematik keagamaan berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter religius, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan tanggung jawab sosial anak. Sinergi antara pengurus masjid, guru sekolah, dan orang tua membentuk ekosistem pendidikan triadik yang memperkuat internalisasi nilai secara berkelanjutan. Meskipun menghadapi kendala pada aspek manajerial, metode pedagogis, dan distraksi digital, strategi adaptif berbasis komunitas mampu menjaga keberlanjutan program. Penelitian ini menegaskan bahwa reaktualisasi fungsi masjid di pedesaan memiliki potensi strategis dalam penguatan pendidikan karakter anak berbasis nilai dan partisipasi sosial.