ABSTRAK Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimiliki (mata, hidung, telinga, dan sebagainya) dan pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian atau subjek. Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui permukaan kulit yang kemudian ditampung didalam gelas mihjamah, yang menyebabkan pemusatan dan penarikan darah di sana, lalu dilakukan penyayatan permukann kulit dengan pisau bedah, guna mengeluarkan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang terapi bekam di Desa Aur Kuning Kecamatan Kampar Kiri Hulu Tahun 2025. Jenis penelitian ini menggunakan analisia deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Aur Kuning Kecamatan Kampar Kiri Hulu yang berjumlah 615 masyarakat. Sampel yang digunakan sebanyak 243 masyarakat. Teknik pengambilan sampel adalah dengan accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Dari analisis deskriptif didapat hasil yang berpengetahuan baik sebanyak 89 masyarakat dengan persentase 37%, berpengetahuan cukup 70 masyarakat dengan persentase 28% dan berpengetahuan kurang sebanyak 84 masyarakat dengan persentase 34%. Saran yang dapat di peroleh dari temuan ini adalah menunjukkan bahwa terapi bekam telah diterima secara positif oleh masyarakat dan menjadi bagian dari pilihan pengobatan alternatif yang dipercaya dan sebagai sumber informasi dalam penggunaan terapi bekam. Kata Kunci : Pengetahuan, Terapi Bekam, Masyarakat ABSTRACT Knowledge is the result of human sensing or a person's knowledge of objects through their senses (eyes, nose, ears, and so on) and the measurement of knowledge can be done by interviews or questionnaires that ask about the content of the material to be measured from the research subject or subject. Cupping is a treatment method by removing dirty blood from the body through the surface of the skin which is then accommodated in a mihjamah glass, which causes the concentration and withdrawal of blood there, then cutting the surface of the skin with a scalpel, to remove the blood. The purpose of this study is to find out public knowledge about cupping therapy in Aur Kuning Village, Kampar Kiri Hulu District in 2025. This type of research uses descriptive analysis. The population in this study is the community of Aur Kuning Village, Kampar Kiri Hulu District, which totals 615 people. The sample used was 243 people. The sampling technique is by accidental sampling. The research instrument used a questionnaire. From the descriptive analysis, the results were obtained that 89 people were well-informed with a percentage of 37%, knowledgeable 70 people with a percentage of 28% and 84 people with a percentage of 34% were poorly knowledgeable. The suggestion that can be obtained from these findings is to show that cupping therapy has been positively accepted by the community and is part of a trusted alternative treatment option and as a source of information in the use of cupping therapy. Keywords : Knowledge, Cupping Therapy, Society