Willy Susanto
Institut Teknologi Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA CAMPURAN BETON POROS DENGAN UKURAN AGREGAT KASAR 9.5 - 19 MM DAN PENAMBAHAN POLYAMIDE FIBER Willy Susanto; Abdi Septia Putra; Alrend Roy Peterson Kaputing
Racic : Rab Construction Research Vol. 9 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v9i2.4471

Abstract

The issues of climate crisis and sustainability have garnered significant attention in the 21st century, driven by the industrial revolution and the burgeoning human population. This has resulted in various environmental challenges, including energy crises, global warming, and the scarcity of water resources. Sustainable cities must consider economic, infrastructural, social, and environmental aspects. One of the environmental challenges in urban development is the availability of water in the future. Vertical drainage utilizing pervious concrete technology is regarded as a solution to address this issue. Pervious concrete contains voids that enhance water absorption.This study aims to optimize the compressive strength, tensile strength, and permeability of pervious concrete through the addition of polyamide fibers. The findings indicate that the addition of 1.25% fibers enhances the tensile strength of concrete, albeit at the expense of compressive strength. Specimens with and without fibers exhibit better permeability capabilities than planned, indicating increased voids and permeability in coarse aggregates sized 9.5-19 mm.
KAJIAN HUBUNGAN DAKTILITAS KURVATUR TERHADAP BERBAGAI RASIO TULANGAN LENTUR PADA BETON KONVENSIONAL & GLASS FIBER Taris Zulqisthi Masulili; Willy Susanto; I Gusti Agung Arie Krismayanti
Racic : Rab Construction Research Vol. 9 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v9i2.4487

Abstract

Perencanaan struktur bangunan terhadap gempa sangat penting untuk memastikan keruntuhan inelastis terbatas pada sendi plastis dalam balok-balok. Daktilitas dan kapasitas deformasi inelastis yang cukup diperlukan, terutama dalam struktur beton bertulang, di mana ketahanan terhadap kegagalan getas penting untuk integritas struktural. Dalam zona seismik, desain struktur dengan perilaku daktail diperlukan, dengan kekuatan deformasi yang melampaui elastisitas tanpa kehilangan kemampuan operasional. Perhitungan daktilitas kurvatur penampang pada sendi plastis diperlukan untuk menentukan faktor jenis struktur. Analisis menunjukkan bahwa rasio tulangan lentur, jenis material, dan geometri penampang mempengaruhi daktilitas. Rasio tulangan lentur yang besar meningkatkan kapasitas penampang untuk menahan momen, tetapi tidak signifikan meningkatkan kapasitas kurvatur. Penggunaan beton fiber meningkatkan regangan, namun beton konvensional memiliki nilai daktilitas kurvatur yang lebih baik. Penampang persegi cenderung memiliki daktilitas lebih baik daripada penampang lingkaran dengan luas yang hampir sama. Penentuan rasio tulangan lentur yang efektif penting untuk meningkatkan kemampuan elemen struktur menahan gaya-gaya gempa.