Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEPADATAN JENTIK Aedes aegypti SEBAGAI VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA KALIANCAR WONOGIRI Rinda Binugraheni; Leona Dwiyan Marahema
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v9i2.2074

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus which is transmitted through the bite of the Aedes sp. These mosquitoes are found throughout the world and their breeding is quite fast. Density of larvae found in breeding sites in an area. This density can be measured by entomological indicators. This larval density measurement can indicate the potential for larvae in Kaliancar Village, Selogiri District, Wonogiri Regency. This research is an observational study (survey) with cross sectional. The sampling technique used is simple random sampling with single larvae method. The samples of this study were 100 houses of residents of Kaliancar Village RW 01, RW 03, RW 04 and RW 05. The results showed that the HI value was 20%, CI 7,22%, BI 20%, ABJ 80% and DF 3,66. The conclusion of this study is that the larval density in Kaliancar Village, Selogiri District, Wonogiri Regency is classified as moderate because the DF value is on a scale of 3 to 4 with an average of 3,66.
ANTIBACTERIAL ACTIVITY TEST OF LEAVES Averrhoa bilimbi ETHANOLIC EXTRACTS AGAINST Staphylococcus aureus Rinda Binugraheni; Rahmat Budi Nugroho
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikalsains.v13i1.6112

Abstract

Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan yang utama dibeberapa negara berkembang. Salah satu bakteri penyebab infeksi pada manusia adalah bakteri Staphylococcus aureus. Tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional dan sebagai antibakteri adalah daun belimbing wuluh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanolik daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) terhadap Staphylococcus aureus isolat laboratorium dan isolat pus pasien dan mengetahui perbedaan daya hambat antara kedua bakteri tersebut. Daun belimbing wuluh  diekstraksi dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Maserat digunakan untuk uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus isolat laboratorium dan isolat pus pasien Rumah Sakit menggunakan metode difusi. Ekstrak daun belimbing wuluh dibuat dengan berbagai konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil penelitian menunjukan zona hambat tertingggi pada uji difusi yaitu pada konsentrasi 100% sebesar 23 mm pada isolate laboratorium dan 25,33 mm pada isolat pus pasien. Namun analisis hasil statistik konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh yang paling efektif dalam menghambat Staphylococcus aureus isolat Laboratorium dan isolat pus pasien Rumah Sakit adalah pada konsentrasi 25%. Ekstrak etanolik daun belimbing wuluh mempunyai aktifitas yang sama terhadap bakteri Staphylococcus aureus  isolat Laboratorium dan isolat pus pasien Rumah Sakit.