Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Preparing Future Science Teachers: An Analysis of Scientific Literacy and Critical Thinking Skills of Biology Education Students Taufik Samsuri; lda Bagus Putu Arnyana; Ketut Suma; I Wayan Suja; Made Hery Santosa; I Wayan Widiana
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 3: July 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i3.21461

Abstract

This study aims to analyze the profiles of scientific literacy and critical thinking skills (CTS) of prospective teachers in the Biology Education Program at Universitas Pendidikan Mandalika, and to identify the gap between current instructional practices and the conditions needed to more effectively support these competencies. A concurrent triangulation mixed-methods design was employed, integrating a scientific literacy test, a CTS test based on the Ennis framework, classroom observations, document analysis of syllabi and lesson plans, perception questionnaires, and semi-structured interviews. Participants comprised 64 undergraduate students from the third, fifth, and seventh semesters, selected through purposive sampling. The results indicate that students’ scientific literacy was at a moderate level (M = 67.03; SD = 7.97), as was their critical thinking (M = 65.23), with the higher-order indicators of evaluation and inference identified as the weakest dimensions. One-way ANOVA revealed statistically significant differences across semester cohorts for both scientific literacy (F = 4.273; p = 0.018; η² = 0.12) and CTS (F = 5.012; p = 0.010; η² = 0.14), with post-hoc analysis localizing these differences specifically between the third and seventh semester cohorts. Pearson correlation analysis showed a moderate-to-strong positive relationship between scientific literacy and CTS (r = 0.612; 95% CI [0.45, 0.74]; p < 0.01). Qualitative findings reveal that learning remains predominantly lecturer-centered, with limited integration of inquiry-based activities and socio-scientific issues and minimal evidence-based argumentation. Triangulation indicates that instructional design factors, rather than students’ inherent capacity alone, appear to be a primary contributor to the observed competency gap. These findings underscore the need to strengthen instructional design—particularly through the integration of inquiry-based learning, socio-scientific issue (SSI) frameworks, and evidence-based argumentation—to develop 21st-century competencies among prospective science teachers.
Mewujudkan Sekolah Berwawasan Tri Hita Karana I Komang Wisnu Budi Wijaya Wisnu; Kadek Ayu Astiti; Ni Made Ayu Suryaningsih; Luh Nitra Aryani; Christiani Endah Poerwati; Ismail Nasar; I Made Sutajaya; I Wayan Suja; Ida Bagus Made Astawa
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 3 (2024): September - Desember 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.3.2024.4729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis cara mewujudkan sekolah berwawasan Tri Hita Karana. Urgensi dari penelitian ini adalah untuk memberikan referensi tentang gambaran lingkungan sekolah yang relevan untuk membangun karakter yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Sumber data dari penelitian ini adalah segala referensi yang berkaitan dengan Tri Hita Karana. Syarat referensi yang digunakan adalah berupa jurnal, makalah, prosiding dan literatur lain baik skala nasional maupun internasional yang terbit dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir. Penelitian ini dilakukan melalui lima tahapan penelitian mulai dari pengumpulan literatur, seleksi literatur, analisis literature yang terpilih, sintesis dan penarikan kesimpulan. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menyatakan bahwa sekolah berwawasan Tri Hita Karana dapat diwujudkan dengan cara menerapkan berbagai program pendidikan yang sifatnya rutin dan terencana serta dimulai dari tahapan pembiasaan hingga pembudayaan. Peran keluarga dan masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk mensukseskan sekolah berwawasan Tri Hita Karana.