Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Evidence Based Practice Nursing (EBPN) Pada Pasien Penurunan Peristaltik Usus Pasca Operasi Veroneka Yosefpa Winda Handayani; Lilik Pranata; Aniska Indah Fari; Sanny Frisca; Dheni Koerniawan
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 1 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i1.9428

Abstract

Salah satu proses tindakan penyembuhan penyakit dengan  prosedur operasi. Dibutuhkan anastesi untuk menjalankan operasi dengan lancar dan aman. Setelah operasi, tindakan anastesi mempengaruhi beberapa fungsi tubuh, salah satunya adalah kemampuan usus untuk bergerak, juga dikenal sebagai peristaltik usus. Pasien yang mendapatkan anatesi jenis umum dan spinal biasanya mengalami keterlambatan peristaltik usus. Seorang perawat Wajib mengetahui tindakan apa yang dapat dilakukan pada pasien pasca operasi untuk membantu mereka kembali bekerja seperti biasa. Tujuan dari kegitan PKM meningkatkan pengatahuan perawat dalam menerapkan evidence-based practice nursing (EBPN).  Peserta PKM adalah perawat yang bekerja di Rumah Sakit Siti Fatimah. Aktivitas yang dilakukan dengan memberikan pelatihan dan menunjukkan hasil pencarian EBPN, yang kemudian dievaluasi. Hasil PKM menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam menerapkan EBPN, termasuk kemampuan dalam menelusur literatur ilmiah, memahami hasil penelitian, serta mengaplikasikannya dalam praktik keperawatan. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kepercayaan diri perawat dalam pengambilan keputusan klinis berbasis bukti.. Hasil pretest seluruh peserta mendapatkan nilai maksimal 50 (12,5-50), tetapi setelah pendampingan, pemahaman peserta tentang penggunaan EPBN meningkat menjadi 93,75 (50-93,75). Disimpulkan bahwa pelatihan EBPN efektif dalam meningkatkan kompetensi perawat dalam menangani penurunan peristaltik usus pada pasien pasca operasi.
Edukasi dan Pendampingan Pembuatan STR dan Kartu Anggota Profesi Keperawatan, Kebidanan, dan Teknologi Laboratorium Medis Vincencius Surani; Lilik Pranata; Novita Elisabeth Daeli; Bangun Dwi Hardika; Ketut Suryani; Elisabeth Erly Frida Hasugian; Teresia Sri Sumiyati; Aprida Manurung
Suluh Abdi Vol. 8 No. 1 (2026): Suluh Abdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/suluhabdi.v8i1.2128

Abstract

Lulusan tenaga kesehatan wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan kartu anggota organisasi profesi sebagai syarat legalitas untuk memasuki dunia kerja kesehatan. Namun, masih banyak lulusan yang memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai prosedur pengurusan STR, perubahan regulasi terbaru, serta penggunaan sistem registrasi digital. Kondisi ini menyebabkan perlunya kegiatan edukasi dan pendampingan bagi lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membantu proses pengurusan STR serta kartu anggota profesi bagi lulusan program studi Keperawatan, Kebidanan, dan Teknologi Laboratorium Medis. Metode yang digunakan berupa edukasi, demonstrasi, dan pendampingan langsung kepada 80 peserta PkM. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner mengenai STR untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan edukasi, serta lembar observasi untuk mengetahui jumlah STR yang terbit setelah pelaksanaan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum edukasi sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan rendah (75%), sedangkan setelah edukasi sebanyak 98% peserta memiliki tingkat pengetahuan tinggi. Selain itu, seluruh peserta berhasil memperoleh STR seumur hidup dengan persentase keberhasilan sebesar 100%. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan lulusan untuk memasuki dunia kerja profesional. Oleh karena itu, kegiatan edukasi dan pendampingan terkait registrasi profesi disarankan untuk dilaksanakan secara rutin bagi mahasiswa tingkat akhir dan lulusan baru.