Ketegangan mata digital, sering dikenal sebagai Computer Vision Syndrome (CVS), adalah kondisi kontemporer yang ditandai dengan berbagai gejala muskuloskeletal, perilaku, dan mata yang disebabkan oleh penggunaan perangkat elektronik dengan layar digital dalam waktu lama. Berdasarkan jajak pendapat awal yang dilakukan terhadap mahasiswa FKM UHO, sakit kepala, penglihatan kabur, dan mata berair merupakan gejala CVS yang paling sering terjadi, yang dialami oleh 11 dari 15 mahasiswa. “Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang berhubungan dengan kejadian CVS pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo pada tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan menggunakan metodologi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pemilihan acak sederhana digunakan untuk memilih 193 responden yang menjadi sampel penelitian. Uji chi-square digunakan dalam studi bivariat. Temuan menunjukkan bahwa meskipun tidak ada korelasi antara jarak pandang (p-Value = 0,532) dan kecerahan layar (p-Value = 0,857) dan CVS, ada korelasi yang signifikan antara kualitas tidur (p-Value = 0,003) dan durasi penggunaan (p-Value = 0,029).” Menurut temuan penelitian, kejadian CVS di kalangan mahasiswa di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo pada tahun 2024 berkorelasi dengan kualitas tidur dan waktu penggunaan, tetapi tidak berkorelasi dengan jarak pandang atau kecerahan layar. Disarankan agar mahasiswa mengikuti aturan istirahat mata 20-20-20, meminimalkan waktu penggunaan layar yang lama, menjaga jarak yang sesuai antara mata dan laptop, mempraktikkan postur tubuh yang ergonomis, dan mengembangkan kebiasaan tidur yang sehat.