This Author published in this journals
All Journal JK3UHO
Hamzah Subekti
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Sistem Manajemen Proteksi Kebakaran pada Fasilitas Administrasi PT XYZ: Studi Kasus di Industri Pertambangan Nikel Hamzah Subekti
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i3.123

Abstract

Industri pertambangan nikel kerap menghadapi bahaya kebakaran yang cukup mengkhawatirkan, khususnya akibat operasi alat berat serta infrastruktur yang kompleks. Karenanya, studi ini menyoroti evaluasi terhadap efektivitas sistem manajemen proteksi kebakaran di fasilitas administrasi PT XYZ, sebuah perusahaan pertambangan nikel yang aktif di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Pendekatan yang diterapkan adalah metode kualitatif dengan rancangan studi kasus, yang memadukan pengamatan langsung di lokasi, wawancara semi-terstruktur, serta pemeriksaan teliti atas dokumen-dokumen relevan. Sampel dipilih secara sengaja, mencakup ruang kantor, kantin, mess, serta gudang, dengan informan kunci dari Departemen Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (HSE). Pengambilan data dilakukan melalui kamera untuk rekaman visual, ditambah lembar checklist yang berpedoman pada standar Pd-T-11-2005-C, sementara penilaian kepatuhan diukur lewat Nilai Keselamatan Sistem Keselamatan Bangunan (NKSKB). Hasil analisis menunjukkan tingkat kepatuhan pada level “Cukup”, dengan nilai NKSKB mencapai 78,154. Masalah utama muncul dari absennya sistem deteksi kebakaran, hidran halaman, dan kompartemenisasi bangunan yang layak. Guna menanggulangi itu, saran yang diberikan meliputi instalasi sistem deteksi alarm, hidran, sprinkler, beserta kompartemenisasi menggunakan material tahan api minimal 60 menit. Di samping itu, modifikasi struktural fisik juga esensial, termasuk pelebaran jalan akses hingga setidaknya ≥4 meter, penataan jarak antar bangunan minimal 6 m, serta pergantian material jalur evakuasi. Tak kalah penting, inspeksi rutin pada APAR dan pencahayaan darurat perlu ditingkatkan, lengkap dengan simulasi darurat serta pelatihan berkala untuk karyawan. Pada akhirnya, kajian ini memberikan sumbangan konkret bagi peningkatan protokol keselamatan kebakaran di sektor pertambangan nikel, sekaligus memperkokoh kepatuhan regulasi dan strategi manajemen risiko kebakaran yang lebih tangguh.