Kebakaran merupakan bencana akibat api yang tidak disengaja dan dapat menimbulkan kerugian material maupun nonmaterial. Rumah sakit memiliki risiko tinggi terhadap kematian akibat kebakaran, sehingga diperlukan sistem pencegahan dan fasilitas penyelamatan yang aktif. Tujuan pada riset ini ialah untuk memberikan gambaran tentang sistem pencegahan kebakaran aktif dan sumber daya penyelamatan yang tersedia di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dalam strategi penelitian ini. Alat penelitian ini berupa formulir observasi yang bentuknya seperti checklist. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 8 gedung pada RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada sarana penyelamatan memiliki pintu keluar, 1 gedung dalam kategori baik, 6 gedung kategori cukup dan 1 gedung kategori kurang;memiliki jalan keluar dalam kategori baik; tidak memiliki lampu darurat. Pada sistem proteksi aktif, gedung tidak memiliki sprinkler; 5 gedung memiliki hidran dalam kategori baik dan 3 gedung dalam ketegori cukup;detektor kebakaran dalam kategori kurang;alarm kebakaran dengan 1 gedung dalam kategori cukup dan 7 gedung dalam kategori kurang; APAR dengan 4 gedung dalam kategori baik dan 4 gedung dalam kategori cukup. Dapat disimpulkan bahwa pada sarana penyelamatan, memiliki pintu keluar dengan 1 dalam kategori baik, 6 kategori cukup dan 1 dalam kategori kurang dan sistem proteksi aktif kebakaran memiliki hidran dengan 5 gedung dalam kategori baik dan 3 kategori cukup,Detektor kebakaran dalam kategori kurang, alarm kebakaran 1 gedung dalam kategori cukup dan 7 gedung dalam kategori kurang, APAR dengan 4 gedung dalam kategori baik dan 4 gedung dalam kategori cukup.