This Author published in this journals
All Journal JK3UHO
Achmad Syafta Farid
Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS SHIFT KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN DI PT. JAPFA COMFEED INDONESIA UNIT MAKASSAR Karlyna Bte Muhammad; Nunik Sulistyaningtyasx; Rahman Rahman; Achmad Syafta Farid
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.192

Abstract

Sistem kerja shift merupakan strategi pengaturan waktu kerja yang umum diterapkan pada industri dengan proses produksi berkelanjutan, namun berpotensi menimbulkan dampak terhadap kondisi fisiologis dan psikologis pekerja. Perbedaan jadwal kerja, khususnya pada shift malam, dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh yang berperan dalam pengaturan pola tidur dan proses pemulihan energi. Gangguan tersebut berisiko menimbulkan kelelahan kerja yang dapat menurunkan konsentrasi, kewaspadaan, serta kinerja pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh shift kerja terhadap tingkat kelelahan kerja pada karyawan di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Makassar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) dan informasi jadwal shift kerja, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shift kerja berpengaruh signifikan terhadap tingkat kelelahan kerja karyawan (B = 0,621; β = 0,684; p = 0,001). Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sistem shift kerja mampu menjelaskan 46,8% variasi kelelahan kerja (R² = 0,468), sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Karyawan pada shift malam cenderung mengalami tingkat kelelahan lebih tinggi dibandingkan shift pagi dan sore. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan jadwal kerja, pengaturan waktu istirahat, serta penerapan program manajemen kelelahan untuk meminimalkan dampak negatif shift kerja terhadap kesehatan dan keselamatan kerja karyawan.