Penyakit Akibat Kerja (PAK) masih menjadi masalah kesehatan kerja yang sering tidak terlaporkan sehingga berdampak pada keterlambatan diagnosis, penatalaksanaan, dan perlindungan pekerja. Keterbatasan sistem pelaporan yang masih manual menyebabkan rendahnya identifikasi kasus PAK di fasilitas pelayanan kesehatan kerja. Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe sistem pelaporan Penyakit Akibat Kerja berbasis digital yang dapat membantu dokter pemeriksa kesehatan kerja dalam proses identifikasi dan pelaporan PAK secara lebih sistematis dan terstandar. Penelitian menggunakan pendekatan Design Science Research (DSR) dengan metode User-Centered Design (UCD). Penelitian dilakukan melalui tiga tahap, yaitu analisis kebutuhan pengguna dan studi kelayakan, pengembangan prototipe aplikasi, serta uji coba usability dan penerimaan pengguna. Subjek penelitian melibatkan dokter pemeriksa kesehatan kerja bersertifikasi hiperkes dan pengguna layanan medical check up (MCU) di rumah sakit yang memiliki klinik kesehatan kerja. Variabel yang dinilai meliputi kesiapan digital pengguna, usability aplikasi, kemudahan penggunaan, efektivitas pelaporan, serta penerimaan pengguna terhadap aplikasi. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa aplikasi memuat tujuh langkah diagnosis PAK yang dirancang untuk membantu proses identifikasi hubungan penyakit dengan pajanan kerja secara lebih sistematis. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dokumentasi, mempercepat proses pelaporan, serta mengurangi underreporting kasus PAK di pelayanan kesehatan kerja. Pengembangan sistem pelaporan PAK berbasis digital berpotensi mendukung standardisasi diagnosis dan pelaporan penyakit akibat kerja serta meningkatkan efektivitas surveilans kesehatan kerja di Indonesia.