Kondisi pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar yang tetap didominasi oleh cara berbicara, sehingga menyebabkan siswa cenderung pasif dan kurang berkembang dalam kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui penelaahan berbagai artikel jurnal nasional yang relevan dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2022-2026). Pencarian awal menghasilkan 150 artikel yang dipilih melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi meliputi: (1) artikel diterbitkan pada tahun 2022–2026; (2) artikel membahas penerapan pembelajaran berbasis masalah (PBL) dalam IPS; dan (3) kemampuan pemecahan masalah. Sumber data diperoleh dari database Google Scholar, Garuda, dan SINTA. Berdasarkan proses seleksi tersebut, diperoleh 21 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih lanjut dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan PBL memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa, yang ditunjukkan melalui berkembangnya kemampuan berpikir kritis, analitis, serta kemandirian dalam belajar. Keberhasilan penerapan PBL dipengaruhi oleh adanya kolaborasi dalam kelompok serta penggunaan masalah autentik yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Meskipun demikian, pelaksanaan PBL masih menghadapi beberapa kendala, terutama terkait keterbatasan waktu, fasilitas pembelajaran, dankesiapan guru. Oleh karena itu, PBL berpotensi menjadi alternatif model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa apabila didukung oleh perencanaan yang optimal dan ketersediaan sarana yang memadai.