Dunia saat ini berada pada ambang transformasi Society 5.0 yang mengintegrasikan ruang siber dan fisik, di mana teknologi berpusat pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk membedah peran krusial grup WhatsApp sebagai infrastruktur digital rakyat dalam menghidupkan ekosistem jasa UMKM di Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui pengumpulan data via wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran paradigma ekonomi dari model konvensional menuju "DigitalLokal" secara organik, di mana WhatsApp mendominasi pemasaran digital hingga 80% di kalangan pelaku UMKM jasa. WhatsApp dipilih karena faktor kepercayaan, komunalitas, rendahnya hambatan masuk, serta kemudahan fitur seperti grup, status, dan katalog sebagai "etalase hidup". Fenomena ini menciptakan "efek domino ekonomi" di mana satu pesanan jasa memicu 3-5 transaksi turunan di tingkat lokal, sehingga memperkuat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mikro. Meskipun terdapat kesenjangan literasi digital antar generasi, muncul fenomena reverse mentoring dalam keluarga untuk menutupi celah tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa grup WhatsApp bukan sekadar alat komunikasi, melainkan fondasi kemandirian ekonomi yang resilien bagi masyarakat Driyorejo menghadapi masa depan. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi praktis kepada pemerintah daerah untuk memadukan basis data komunitas digital setempat ke dalam kebijakan pemberdayaan UMKM berbasis komunitas.