Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Financial Literacy as a Mediating Mechanism between Good Governance and Cooperative Financial Performance: Perception Evidence from Bekasi City, Indonesia Panata Bangar Hasioan Sianipar; Christina Tri Setyorini; Yanuar Eko Restianto; Eliada Herwiyanti; Puji Lestari; Agung Praptapa
Greenation International Journal of Economics and Accounting Vol. 4 No. 3 (2026): Greenation International Journal of Economics and Accounting (July - August 202
Publisher : Greenation Research & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/gijea.v4i3.1077

Abstract

Research on the relationship between good governance and financial performance in cooperatives still remains as interesting topic for study. This study aims to examine the relationship between good governance and financial performance in cooperatives through the perceptions of supervisors, board members, and cooperative members. Mediating and control variables were used to strengthen the research findings. Research data were collected by distributing questionnaires to respondents meeting the criteria of supervisors, board members, and active cooperative members registered in Bekasi City. The respondents' data were analysed using Smart PLS 3 to obtain results for the outer model and inner model. The study found that independence variable has a significant effect on literacy, and the literacy variable has a significant effect on performance. The results of the hypothesis testing showed that the relationship between the tested variables had an effect but was not significant. The conclusion drawn from this study is that, in addition to independence, it is necessary for board members to have sound financial knowledge to support the management of the cooperative. This study also contributes by recommending that cooperative board members acquire adequate financial knowledge.
Kesiapan digital dan kepatuhan pajak UMKM pada masa transisi implementasi Coretax di Indonesia: Peran mediasi serial penerimaan sistem dan kepercayaan Raden Arief Wibowo; Eliada Herwiyanti; Agung Praptapa; Puji Lestari
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 4 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1322

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh digital readiness dan facilitating conditions terhadap kepatuhan pajak UMKM melalui peran mediasi serial Coretax acceptance dan trust pada masa transisi implementasi Coretax di Indonesia. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode survei. Data primer diperoleh melalui kuesioner dari 100 pelaku UMKM wajib pajak di wilayah Brebes bagian selatan, Jawa Tengah yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengujian model pengukuran, model struktural, dan efek mediasi serial dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bootstrapping 5.000 subsampel. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital readiness dan facilitating conditions berpengaruh positif terhadap Coretax acceptance. Pengaruh facilitating conditions terhadap penerimaan Coretax lebih kuat dibandingkan pengaruh kesiapan digital. Selanjutnya, Coretax acceptance berpengaruh positif terhadap trust, sedangkan trust berpengaruh positif terhadap kepatuhan pajak UMKM. Coretax acceptance dan trust juga terbukti memediasi secara serial pengaruh digital readiness dan facilitating conditions terhadap kepatuhan pajak UMKM. Keterbatasan penelitian – Penelitian dibatasi pada 100 responden di satu wilayah geografis dan menggunakan data persepsi yang dikumpulkan pada satu periode. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas wilayah dan ukuran sampel, menggunakan desain longitudinal, serta mengintegrasikan data kepatuhan pajak aktual. Implikasi – Direktorat Jenderal Pajak perlu memprioritaskan pelatihan, pendampingan teknis, informasi resmi yang mudah dipahami, dan peningkatan keandalan layanan Coretax. Secara teoretis, penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan dan dukungan penggunaan teknologi memengaruhi kepatuhan melalui proses bertahap berupa penerimaan sistem dan pembentukan kepercayaan. Kebaruan – Penelitian ini mengintegrasikan Technology Readiness, Technology Acceptance Model, Unified Theory of Acceptance and Use of Technology, dan Slippery Slope Framework dalam model mediasi serial untuk menjelaskan kepatuhan pajak UMKM pada masa transisi Coretax.