p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNOSIAR
Anisentus Frugal Wangka
Universitas Flores, Ende, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisisis Hubungan Aksesibilitas Terhadap Tingkat Perkembangan Wilayah Desa Di Kecamatan Elar Selatan Kabupaten Manggarai Timur Andreas Bobola Monda; Valentinus Tan; Anisentus Frugal Wangka
TEKNOSIAR Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1 April 2026
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v20i1.8016

Abstract

Kondisi transportasi di wilayah ini masih terkendala oleh jalan yang rusak dan belum beraspal, terutama pada musim hujan sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aksesibilitas terhadap tingkat perkembangan wilayah desa di Kecamatan Elar Selatan. Data yang digunakan untuk mengukur aksesibilitas meliputi waktu tempuh dan kondisi perkerasan jalan, sedangkan perkembangan wilayah diukur berdasarkan ketersediaan fasilitas umum pada setiap desa. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif untuk menentukan nilai aksesibilitas dan analisis skalogram untuk menilai tingkat perkembangan wilayah. Selanjutnya dilakukan analisis korelasi Pearson menggunakan aplikasi SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,577 dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,163. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara aksesibilitas dan perkembangan wilayah tergolong sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik. Pemerintah diharapkan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan pemerataan fasilitas umum guna mendukung aksesibilitas dan pembangunan wilayah. Selain itu, potensi ekonomi lokal seperti kopi, cengkeh, dan kakao perlu dikembangkan melalui pelatihan, penguatan kelembagaan desa, dan perluasan akses pasar. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain, seperti kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, jumlah penduduk, dan aktivitas perdagangan agar hasil penelitian lebih komprehensif.
Evaluasi Kinerja Simpang Jalan Jenderal Ahmad Yani – Jalan Kesehatan – Jalan Patirangga Kota Maumere Kabupaten Sikka Yeremias Gelu; Erik Tjandra Widjaksono Widjaksono; Anisentus Frugal Wangka
TEKNOSIAR Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1 April 2026
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v20i1.8042

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk dan kendaraan bermotor di Kota Maumere menyebabkan peningkatan mobilitas masyarakat dan kepadatan lalu lintas, khususnya pada simpang tak bersinyal Jalan Jenderal Ahmad Yani – Jalan Kesehatan – Jalan Patirangga. Simpang ini bernilai strategis karena menghubungkan kawasan perdagangan, pendidikan, dan permukiman, namun belum dilengkapi dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) sehingga memicu kemacetan dan konflik lalu lintas pada jam sibuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja eksisting simpang serta menentukan kelayakan pemasangan APILL berdasarkan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Data primer dikumpulkan melalui survei lapangan (geometrik dan volume lalu lintas) selama tiga hari pada jam sibuk pagi, siang, dan sore , sementara data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi terjadi pada jam puncak pagi sebesar 25.697 skr/jam. Nilai derajat kejenuhan simpang didapati telah melebihi batas ideal yang disyaratkan MKJI 1997, disertai dengan tundaan rata-rata yang tinggi dan tingkat pelayanan simpang yang rendah. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pemasangan APILL pada simpang Jalan Jenderal Ahmad Yani – Jalan Kesehatan – Jalan Patirangga dinilai sangat layak dan diperlukan guna mengurangi konflik pergerakan, menurunkan tundaan, serta meningkatkan keselamatan dan tingkat pelayanan Simpang.