Kondisi transportasi di wilayah ini masih terkendala oleh jalan yang rusak dan belum beraspal, terutama pada musim hujan sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aksesibilitas terhadap tingkat perkembangan wilayah desa di Kecamatan Elar Selatan. Data yang digunakan untuk mengukur aksesibilitas meliputi waktu tempuh dan kondisi perkerasan jalan, sedangkan perkembangan wilayah diukur berdasarkan ketersediaan fasilitas umum pada setiap desa. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif untuk menentukan nilai aksesibilitas dan analisis skalogram untuk menilai tingkat perkembangan wilayah. Selanjutnya dilakukan analisis korelasi Pearson menggunakan aplikasi SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,577 dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,163. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara aksesibilitas dan perkembangan wilayah tergolong sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik. Pemerintah diharapkan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan pemerataan fasilitas umum guna mendukung aksesibilitas dan pembangunan wilayah. Selain itu, potensi ekonomi lokal seperti kopi, cengkeh, dan kakao perlu dikembangkan melalui pelatihan, penguatan kelembagaan desa, dan perluasan akses pasar. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain, seperti kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, jumlah penduduk, dan aktivitas perdagangan agar hasil penelitian lebih komprehensif.