Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pekerjaan Pengaspalan Jalan Trans Nabire Kab. Mimika Wayoi Andarias; Reinaldo Item
Jurnal Teknik AMATA Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v7i1.355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan performa campuran HRS-WC berdasarkan desain campuran (design mix) yang sesuai standar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi eksperimental di laboratorium dengan pendekatan pengujian Marshall untuk menentukan nilai stabilitas, flow, voids, dan VIM dari beberapa variasi kadar aspal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar aspal optimum (KAO) yang diperoleh memberikan keseimbangan terbaik antara stabilitas dan fleksibilitas campuran. Campuran dengan kadar aspal optimum memenuhi spesifikasi teknis Bina Marga dan memiliki daya tahan tinggi terhadap deformasi plastis serta retak akibat beban berulang. Dengan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa HRS-WC dengan desain campuran yang tepat sangat efektif untuk digunakan sebagai lapis aus dalam proyek perkerasan jalan di daerah dengan intensitas lalu lintas tinggi.
PENINGKATAN JALAN LINGKUNGAN MENGGUNAKAN PERKERASAN KAKU PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH DINAS  DENKAV 3/SC MILE 32 DI TIMIKA Jitro Yowei; Reinaldo Item
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 4 No. 02 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/

Abstract

Perkerasan kaku adalah suatu susunan konstruksi perkerasan dimana sebagai lapisan atas dipergunakan pelat beton, yang terletak di atas pondasi atau langsung diatas tanah dasar (AASHTO). Konsep dari perencanaan perkerasan kaku (beton semen) cara Bina Marga direncanakan terhadap konfigurasi beban sumbu yang mengakibatkan tegangan terbesar pada pelat. Konsep Perencanaan perkerasan Metode AASHTO yaitu tebal pelat rencana akan bertambah sesuai pertambahan lalu lintas ekivalen selama umur rencana dan sebaliknya tebal pelat akan berkurang dengan pengurangan volume lalu lintas ekivalen. Perencanaan Tebal Pelat beton perkerasan jalan dengan menggunakan metode didapat masing-masing sebesar 30 cm, 32 cm, dan 29 cm terdapat perbedaan sebesar 1-2 cm, Hal ini akibat perbedaan konsep dasar dari masing-masing metode.