Tanaman terung merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang umumnya dibudidayakan pada saat musim kemarau. Tanaman terung dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal ketika kebutuhan nutrisi terpenuhi, seperti unsur hara makro utama N, P, dan K untuk menunjang pertumbuhan pada fase vegetatif dan generatif. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk NPK dan biochar sekam padi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan dengan titik koordinat 5021’13’’ sampai 5035’26’’S 119051’42 sampai 120005’27’’E yang berada pada ketinggian 1.058 mdpl, rata-rata curah hujan sekitar 2.000-2.600 mm/tahun, kelembaban mencapai 81% dengan suhu rata-rata 22 0C – 32 0C. Pelaksanaan penelitian ini mulai dari bulan Juli hingga November 2025. Penelitian disusun dalam percobaan faktorial 2 faktor (F2F) dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama pemberian dosis pupuk NPK 16:16:16 yang terdiri dari 4 taraf yaitu, tanpa pemberian pupuk NPK (kontrol), 5 gr pupuk NPK/tanaman, 10 gr pupuk NPK/tanaman, 15 gr pupuk NPK/tanaman. Faktor kedua yaitu kombinasi biochar sekam padi yang terdiri dari 3 taraf yaitu, tanah:biochar sekam padi (1:1), tanah:biochar sekam padi (1:2) dan tanah:biochar sekam padi (2:1). Interaksi perlakuan pupuk NPK 10 g/tanaman dan komposisi tanah biochar sekam padi 1:2 memiliki pengaruh terbaik pada parameter tinggi tanaman (193,67 cm), diameter batang (35.00 mm), jumlah daun (76,10 helai), luas daun (615,12 mm), diameter buah (125,20 mm), berat buah pertanaman (805,00 g), berat kering akar (31,80 g), dan berat basah akar (50,67g). Pemberian pupuk NPK dan komposisi biochar sekam padi dapat mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman terung.