Imam Tauhid Munasar
Prodi Perbankan Syariah, Universitas Islam Negeri Palopo, Palopo, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tren Dominasi Akad Murabahah pada Lima Bank Syariah Terbesar di Indonesia Tahun 2021-2025 Imam Tauhid Munasar; Nurmala Kasmin; Lilis; Nur Aulia; Nadila; Hamida
Jurnal Riset Perbankan Syariah Volume 5, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Perbankan Syariah (JRPS)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrps.v5i1.10517

Abstract

Abstrak. Industri perbankan syariah Indonesia periode 2021–2025 menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap akad Murabahah sebagai instrumen pembiayaan utama, namun penelitian terdahulu belum menganalisis fenomena ini secara komparatif-longitudinal pada lima bank umum syariah terbesar. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren dominasi akad Murabahah pada lima bank umum syariah terbesar di Indonesia (BSI, Bank Muamalat Indonesia, Panin Dubai Syariah, Bank Mega Syariah, dan BCA Syariah) selama periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-komparatif berbasis data sekunder laporan keuangan tahunan lima bank sampel yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, analisis tren least square, uji Kruskal-Wallis, dan uji post hoc Dunn-Bonferroni dengan SPSS 26. Hasil menunjukkan bahwa akad Murabahah mendominasi portofolio pembiayaan seluruh bank secara konsisten dengan rata-rata Murabahah Financing Ratio (MFR) 50,2%–67,9%. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan antarbank, dengan BCA Syariah dan Panin Dubai Syariah sebagai pasangan dengan perbedaan paling signifikan, sejalan dengan dominasi debt-based financing pada perbankan Islam global. Temuan ini berimplikasi pada perlunya evaluasi kebijakan diversifikasi akad oleh OJK serta menjadi rujukan bagi bank syariah dalam mereposisi portofolio pembiayaan agar selaras dengan prinsip keadilan dan bagi hasil.Abstract. Indonesia’s Islamic banking industry during 2021–2025 shows a high reliance on Murabahah contracts as the main financing instrument, yet previous studies have not analyzed this phenomenon comparatively and longitudinally across the five largest Islamic commercial banks. This study aims to analyze the dominance trend of Murabahah contracts at Indonesia’s five largest Islamic commercial banks (BSI, Bank Muamalat Indonesia, Panin Dubai Syariah, Bank Mega Syariah, and BCA Syariah) during 2021–2025. This study uses a descriptive-comparative quantitative approach based on secondary data from the annual financial reports of five sample banks selected through purposive sampling. Analysis was conducted using descriptive statistics, least-square trend analysis, the Kruskal-Wallis test, and the Dunn-Bonferroni post hoc test with SPSS 26. The results show that Murabahah consistently dominates all banks’ financing portfolios, with an average Murabahah Financing Ratio (MFR) of 50.2%–67.9%. The Kruskal-Wallis test indicates significant differences among banks, with BCA Syariah and Panin Dubai Syariah showing the most significant difference, consistent with the global dominance of debt-based financing in Islamic banking. These findings imply the need for OJK to evaluate contract diversification policies and serve as a reference for Islamic banks in repositioning financing portfolios to align with justice and profit-sharing principles.