Perusahaan startup membutuhkan karyawan yang memiliki work engagement tinggi agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis dan penuh perubahan. Salah satu faktor yang berkaitan dengan tingginya work engagement adalah work-life balance, terutama pada karyawan Generasi Z yang cenderung mengutamakan keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara work-life balance dan work engagement pada karyawan Generasi Z di perusahaan startup Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 200 karyawan Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9) dan Work-Life Balance Scale (WLBS) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Reliabilitas instrumen pada penelitian ini menunjukkan nilai Cronbach's alpha dan McDonald's omega masing-masing sebesar 0,754 dan 0,759 untuk UWES-9 serta 0,846 dan 0,846 untuk WLBS. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga pengujian hipotesis dilakukan menggunakan korelasi Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara work-life balance dan work engagement (ρ = 0,773; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa karyawan Generasi Z yang memiliki work-life balance lebih baik cenderung memiliki tingkat work engagement yang lebih tinggi. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai hubungan antara work-life balance dan work engagement pada karyawan.