Nia Atna
Universitas Hamzanwadi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan dan pendampingan pencatatan keuangan sederhana bagi UMKM binaan YBM PLN di Desa Jeruk Manis Martina Sofiana; Farhana Muhammad; M. Aril Zaini; Nia Atna; Risna Zainatin; Siti Raudatul Azkiya; Minatul Maulana
ALPATIH: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): September
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/

Abstract

Pengelolaan keuangan yang belum tertata masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama karena belum diterapkannya pencatatan keuangan secara rutin serta masih tercampurnya keuangan pribadi dan keuangan usaha. Kondisi tersebut juga ditemukan pada 15 UMKM binaan YBM PLN di Desa Jeruk Manis sehingga pelaku usaha belum memiliki informasi keuangan yang memadai sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha melalui pendampingan pencatatan keuangan sederhana. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui tahapan observasi, pelatihan, pendampingan praktik pencatatan menggunakan buku kas sederhana, dan evaluasi penerapan pencatatan keuangan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pendampingan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, serta perhitungan laba sederhana, dan mendorong pelaku UMKM mulai menerapkan pencatatan keuangan dalam aktivitas usahanya, dengan 66,7% peserta telah melakukan pencatatan secara lebih teratur. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha serta mendorong terbentuknya kebiasaan pencatatan keuangan sebagai dasar pengembangan usaha yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Negosiasi Makna Sosial Konsumsi Tuak dalam Tradisi Gawe Merariq di Lombok Tengah Nia Atna; Lalu M. Istiqlal; Ridwan Markarma
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i4.36634

Abstract

This study examines how residents of Beleka Village negotiate the social acceptability of Tuak consumption within the Gawe Merariq tradition. The analysis focuses on the relationship between the festive setting, social experience, and standards of propriety used by residents to evaluate drinking practices. The study employed a qualitative approach with an interpretive orientation. Data were generated through observation, in-depth interviews, and documentation, with informants purposively selected on the basis of direct experience with Gawe Merariq and tuak consumption. The data were analysed using reflexive thematic analysis to trace patterns of meaning, forms of acceptance, and shifts in social judgement. Three main patterns emerged. First, repeated consumption within Gawe Merariq makes tuak recognizable as part of entertainment and social interaction. Second, acceptance is conditional and depends on drinking behaviour and its consequences for the order of the celebration. Third, experiences of orderly situations or conflict shift the boundaries of propriety and shape how residents evaluate the same practice. Informal admonition, everyday conversation, rejection, and changing interpersonal attitudes operate as mechanisms for maintaining these boundaries. The findings show that the continuity of a cultural practice may rest on situational negotiation rather than uniform approval. The study proposes conditional acceptance as an analytical concept for explaining how a community maintains a culturally familiar practice while regulating behaviour considered disruptive.