Permasalahan sampah plastik sekali pakai masih menjadi tantangan dalam mewujudkan kampus berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mendorong penggunaan tumbler reusable sebagai alternatif pengganti botol plastik sekali pakai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat sustainability awareness mahasiswa, tingkat penggunaan tumbler reusable, serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif-korelasional. Sampel penelitian berjumlah 34 mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Sains UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang dipilih melalui teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert yang disebarkan secara daring. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, serta uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sustainability awareness mahasiswa berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan nilai rata-rata 13,00, sedangkan penggunaan tumbler reusable berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 7,00. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien sebesar -0,001 dengan signifikansi 0,995 (p>0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sustainability awareness dan penggunaan tumbler reusable. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kesadaran lingkungan dan perilaku aktual mahasiswa. Penggunaan tumbler reusable lebih dipengaruhi oleh faktor kebiasaan, kenyamanan, pertimbangan ekonomis, serta ketersediaan fasilitas pendukung di lingkungan kampus.