Pemasaran berbasis pengalaman menjadi pendekatan strategis dalam pengembangan desa wisata karena wisatawan tidak hanya mencari produk atau layanan, tetapi juga pengalaman yang bermakna, autentik, dan berkesan. Namun, kajian empiris yang secara spesifik menjelaskan penerapan pemasaran berbasis pengalaman dalam konteks desa wisata berbasis komunitas, khususnya di Desa Wisata Tenjolaya, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan pemasaran berbasis pengalaman di Desa Wisata Tenjolaya serta mengidentifikasi produk wisata lokal yang mendukungnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus karena memungkinkan peneliti memahami secara mendalam praktik, makna, dan dinamika sosial yang dibangun oleh masyarakat, pengelola, dan wisatawan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan angket terbuka pada delapan informan yang terdiri atas perangkat desa, anggota PKK, pelaku UMKM, dan pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Tenjolaya telah menerapkan pemasaran berbasis pengalaman melalui pengembangan atraksi alam, interaksi sosial, dan keterlibatan masyarakat lokal, meskipun masih berada pada tahap penguatan awal. Wisatawan merasakan pengalaman sensorik, emosional, kognitif, perilaku, dan relasional yang positif, yang tercermin dari tingginya kepuasan, niat berkunjung kembali, serta rekomendasi positif kepada orang lain. Selain itu, produk wisata lokal yang potensial untuk dikembangkan meliputi wisata alam, kuliner, kerajinan, kesenian, dan aktivitas edukatif-partisipatif. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman wisata yang autentik dan berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan daya tarik destinasi, kunjungan wisatawan, dan loyalitas wisatawan. Keterbatasan penelitian terletak pada jumlah informan yang terbatas dan cakupan lokasi yang hanya satu desa. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas informan dan menggunakan pendekatan campuran untuk memperdalam analisis pengalaman wisata.