Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Variasi Bed Temperature Proses 3D Printing Terhadap Visual Produk Berbahan Dasar Filament PLA Hilmi Raharjo; Asroful Abidin; Nely Ana Mufarida
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i2.7506

Abstract

Teknologi 3d printing dengan metode Fused Deposition Modeling (FDM) semakin berkembang dalam berbagai sektor industri karena fleksibilitas desain dan efisiensi materialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi bed temperature terhadap visual produk, kekuatan bending, dan cacat porositas pada hasil cetakan 3d printing berbahan filament Polylactic Acid (PLA). Spesimen uji bending dibuat mengacu pada standar ASTM D790 dengan variasi bed temperature 30°C, 40°C, 50°C, dan 60°C, serta parameter lainnya dibuat konstan. Pengujian bending dilakukan menggunakan Universal Testing Machine (UTM) HT-2402, sedangkan pengamatan porositas dilakukan menggunakan digital microscope. Hasil penelitian menunjukkan nilai load bending tertinggi diperoleh pada bed temperature 50°C dengan rata-rata 45,20 N, sedangkan nilai terendah pada bed temperature 40°C sebesar 42,37 N. Hasil analisis One Way ANOVA menunjukkan nilai F_hitung sebesar 1,29 dan P-value 0,342 (> 0,05), yang mengindikasikan bahwa variasi bed temperature tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kekuatan bending filament PLA. Pengamatan mikroskopis menunjukkan adanya cacat porositas pada seluruh spesimen dengan jumlah bervariasi antara 1-4 porositas pada setiap variasi suhu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun variasi bed temperature 30°C-60°C tidak berpengaruh signifikan terhadap kekuatan bending, suhu 50°C memberikan performa mekanik terbaik dan seluruh variasi menghasilkan produk dengan tingkat porositas yang bervariasi.