Aimmatul Qoyyimah
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Effect of NPL, LDR, and BOPO on Profitability with NIM as a Moderating Variable in Private Banks Listed on the IDX Aimmatul Qoyyimah; Nanik Wahyuni
Worksheet : Jurnal Akuntansi Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS DHARMAWANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wjs.v5i3.9053

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk menguji sejauh mana Kredit Macet (KPR), Rasio Pinjaman terhadap Simpanan (KPR), dan Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) memengaruhi profitabilitas yang diwakili oleh Return on Assets (ROA) dengan Net Interest Margin (NIM) sebagai variabel moderasi, di antara bank-bank komersial swasta nasional konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) selama periode 2020 hingga 2024. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, bersumber dari laporan keuangan tahunan masing-masing bank. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling, menghasilkan 34 bank dengan total 170 observasi. Pendekatan yang diterapkan adalah metode kuantitatif yang menggabungkan analisis regresi data panel dan Analisis Regresi Moderasi (MRA), dengan seluruh proses dijalankan menggunakan perangkat lunak EViews 13. Pengujian melalui uji Chow dan uji Hausman menghasilkan kesimpulan bahwa Model Efek Tetap adalah spesifikasi model yang paling tepat untuk digunakan. Hasil estimasi menunjukkan bahwa NPL dan LDR tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan BOPO ditemukan memiliki pengaruh negatif yang substansial terhadap ROA. Lebih lanjut, NIM, sebagai variabel moderasi, ditemukan memperkuat pengaruh NPL terhadap ROA, tetapi sebaliknya melemahkan hubungan antara LDR dan ROA serta hubungan antara BOPO dan ROA. Hasil keseluruhan ini menegaskan kembali peran sentral profitabilitas sebagai tolok ukur utama kesehatan keuangan perbankan, sehingga mengharuskan bank untuk secara konsisten menjaga kualitas kredit, mengelola likuiditas dengan hati-hati, dan mempertahankan efisiensi operasional. Selain itu, pengelolaan margin bunga bersih yang efektif telah terbukti berpotensi meningkatkan kinerja keuangan bank sekaligus mengurangi dampak negatif yang disebabkan oleh risiko kredit dan inefisiensi operasional.