Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NATURAL LIGHTING AND NATURAL VENTILATION ON THERMAL COMFORT AND ENERGY EFFICIENCY IN COLONIAL HERITAGE BUILDINGS. Andiyan Andiyan; Ikaputra Ikaputra
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4440

Abstract

Abstract: Natural lighting and natural ventilation are very important in the architecture of cultural heritage buildings, especially concerning thermal comfort and energy efficiency. This study aims to explore the impact of these two elements on the design of cultural heritage buildings in tropical climates. The method used is a systematic literature review, highlighting the latest relevant scientific articles. The results of the study show that the optimal use of natural lighting and ventilation can improve occupant comfort. A reduction in indoor temperature of up to 5°C can also decrease the energy requirements for cooling and lighting. In addition, passive design strategies that consider building orientation and the use of local materials have proven effective in managing heat and humidity loads. These conclusions are expected to serve as a reference for practitioners and managers of heritage buildings. By applying sustainable design principles, they can maintain the historical integrity of buildings while achieving better energy performance. Keywords: Natural lighting, Natural ventilation, Thermal comfort, Energy efficiency, Heritage buildings, Passive design. Abstract: Pencahayaan alami dan penghawaan alami sangat penting dalam arsitektur bangunan cagar budaya, terutama terkait dengan kenyamanan termal dan efisiensi energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kedua elemen tersebut dalam desain bangunan cagar budaya di iklim tropis. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis, menyoroti artikel-artikel ilmiah terbaru yang relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan optimal pencahayaan alami dan ventilasi dapat meningkatkan kenyamanan penghuni. Penurunan suhu dalam ruangan mencapai 5°C juga dapat mengurangi kebutuhan energi untuk pendinginan dan pencahayaan. Selain itu, strategi desain pasif yang memperhatikan orientasi bangunan dan penggunaan material lokal terbukti efektif dalam mengelola beban panas dan kelembapan.Kesimpulan ini diharapkan menjadi acuan bagi praktisi dan pengelola bangunan cagar budaya. Dengan menerapkan prinsip-prinsip desain berkelanjutan, mereka dapat mempertahankan integritas historis bangunan sambil mencapai kinerja energi yang lebih baik. Kata Kunci: Pencahayaan alami,Penghawaan alami,Kenyamanan termal,Efisiensi energi,Bangunan cagar budaya,Desain pasif.
Peraturan Warisan Budaya dan Morfologi Sektoral Transformasi Perkotaan di Kawasan Kolonial Asia-Afrika Bandung Andiyan Andiyan; Dimas Wihardyanto
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 24, No 1 (2026): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v24i1.117483

Abstract

Cultural Heritage Regulations and Urban Transformation Sectoral Morphology in Bandung's Asian-African Colonial DistrictThe Asia-Africa district of Bandung must reconcile colonialism and modernity. The 2009–2025 cultural identity conservation measures of Bandung are criticized in worldwide urban heritage disputes. Qualitative-descriptive methods included field observations, photography, historical colonial maps, and morphological analysis using Homer Hoyt's sectoral model and Lefebvre's spatial theory Alun-Alun to inclusive social space sectoral growth is shown by layered maps (1826–1987). Results indicate regulatory movement from conservative to integrative, UNESCO Historic Urban Landscape compliance, legal consistency, and community participation difficulties. The Bandung urban heritage lab supports identity-driven, sustainable city development.