Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kontribusi Korban Penipuan Dan Upaya Penanggulangan Kasus Penjualan Tanah Oleh Orang Yang Tidak Berhak Di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang Yeri Adison Djako Pau; Rudepel Petrus Leo; Sigit Prabowo Sonbait
LAWYER: Jurnal Hukum Vol. 4 No. 1 (2026): LAWYER: Jurnal Hukum, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/lawyer.v4i1.1672

Abstract

Studi ini meneliti peran individu yang menjadi korban penipuan dan tindakan yang diambil untuk mencegah penipuan tersebut dalam kasus penjualan tanah oleh orang yang tidak berwenang di Desa Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Metode hukum empiris diterapkan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan data. Informasi dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan kuesioner yang diberikan kepada 65 korban. Selain itu, data sekunder diperoleh dari dokumen dan peraturan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban memainkan peran utama dalam kegiatan penipuan dengan terlalu mempercayai orang yang mereka kenal, tidak memeriksa dokumen kepemilikan tanah dengan benar, tidak memverifikasi ahli waris yang sah, dan bergantung pada kesepakatan lisan daripada dokumen resmi yang dilegalisir. Upaya mitigasi memerlukan pendekatan menyeluruh yang melibatkan edukasi masyarakat tentang hukum untuk mencegah masalah, penegakan hukum yang ketat terhadap pelaku sebagaimana diatur dalam KUHP, peningkatan proses administrasi pendaftaran tanah, dan kerja sama yang lancar antara instansi pemerintah, kantor pertanahan, kepolisian, dan tokoh masyarakat. Studi ini menemukan bahwa mengatasi penipuan penjualan tanah memerlukan pendekatan gabungan yang mencakup peningkatan kesadaran di antara para korban, memastikan prosedur yang tepat diikuti, memberlakukan sanksi yang ketat, dan memperkuat sistem tata kelola tanah untuk menjamin keamanan hukum dan melindungi masyarakat.
TINJAUAN KRIMINOLOGIS DALAM KASUS PELECEHAN SEKSUAL OLEH OKNUM ANGGOTA KEPOLISIAN PADA ANAK SAAT MENYELESAIKAN MASALAH TILANG (Studi Kasus di Kantor Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Kupang Kota) Yusuf Alberto Gusman Hamburg; Orpa G. Manuain; Rudepel Petrus Leo
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13051

Abstract

Sexual abuse of children committed by law enforcement officers constitutes an abuse of authority that not only violates criminal law but also undermines public trust in the police institution. This study aims to analyze the criminological factors contributing to child sexual abuse committed by police officers and to examine the measures undertaken to address such offenses. The research employed an empirical legal method using a criminological approach. Data were collected through interviews, literature review, and analysis of relevant legislation, and were analyzed qualitatively. The findings indicate that the crime is influenced by internal factors, including uncontrolled sexual impulses, offender rationalization, and abuse of power, as well as external factors such as unequal power relations, weak institutional supervision, situational opportunities, and the vulnerability of child victims. Countermeasures consist of pre-emptive, preventive, and repressive approaches, including strengthening professional ethics, enhancing internal supervision, implementing strict standard operating procedures, enforcing criminal and disciplinary sanctions, and providing legal protection and psychological recovery for victims. These integrated measures are expected to prevent future abuses of authority while ensuring effective legal protection for children.