Pratiwi Eunike
Sekolah Teologi Penuai

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kasih kepada Sesama sebagai Paradigma Pelayanan Kaum Lanjut Usia Lansia:Analisis Eksegetis Matius 22:39 dan Implementasinya di Panti Werdha Pniel Bintaro – Tangerang Selatan Agustina E Pattipeilohy; Pratiwi Eunike
Jurnal Shema Vol. 9 No. 02 (2026): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena penuaan penduduk membawa berbagai tantangan bagi pelayanan gereja dan lembaga sosial dalam memenuhi kebutuhan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual kaum lanjut usia (lansia). Dalam konteks tersebut, ajaran kasih kepada sesama sebagaimana dinyatakan dalam Matius 22:39 menjadi landasan teologis yang penting bagi pengembangan pelayanan pastoral yang holistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna eksegetis Matius 22:39 serta mengkaji implementasinya sebagai paradigma pelayanan bagi kaum lanjut usia di Panti Werdha Pniel Bintaro, Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegetis terhadap teks Alkitab dan pendekatan deskriptif-analitis untuk memahami penerapan nilai kasih dalam pelayanan lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perintah “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” mengandung prinsip penghormatan terhadap martabat manusia, kepedulian yang berorientasi pada kebutuhan sesama, serta tanggung jawab moral untuk menghadirkan kasih Allah secara nyata. Implementasi nilai tersebut di Panti Werdha Pniel Bintaro tampak melalui pendampingan pastoral, perhatian emosional, pembinaan kerohanian, serta penguatan relasi sosial yang mendukung kesejahteraan holistik lansia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kasih kepada sesama dalam Matius 22:39 dapat menjadi paradigma pelayanan yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup dan ketahanan spiritual kaum lanjut usia, sekaligus memperkuat relevansi pelayanan pastoral gereja terhadap kelompok rentan di tengah masyarakat.