Organisasi pelajar memiliki peran penting sebagai wadah pembinaan generasi muda, namun masih banyak yang menghadapi keterbatasan dalam manajemen organisasi, literasi keuangan, kepemimpinan, dan kemampuan berbicara di depan umum. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya pelaksanaan program kerja serta rendahnya kepercayaan diri anggota dalam kegiatan organisasi. Oleh karena itu, dilaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan bagi Ikatan Pelajar di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Populasi dalam kegiatan ini adalah seluruh anggota aktif Ikatan Pelajar yang berjumlah 48 orang, sedangkan 30 peserta ditetapkan sebagai sampel pelatihan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota organisasi melalui penguatan kompetensi manajemen, keuangan, kepemimpinan, dan public speaking. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi awal, penyampaian materi, diskusi, simulasi, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, lembar observasi, dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 56,4 pada pre-test menjadi 84,7 pada post-test. Capaian praktik tertinggi terdapat pada public speaking sebesar 86,7%, sedangkan kepuasan peserta terhadap manfaat program mencapai 93,3%. Program ini membuktikan bahwa pelatihan terpadu dan pendampingan efektif meningkatkan kapasitas organisasi pelajar serta layak dikembangkan secara berkelanjutan sebagai model pemberdayaan generasi muda.