Abstract Since the beginning of the 19th century the Dutch began arriving in Lawang (the gate of Afdeeling Malang) to develop plantations. This paper aims to describe the orientation of the election of Dutch elite settlements in the highlands of Lawang, especially in the Argo region. This paper uses the historical method which consists of 4 stages, heuristic, criticism, interpretation, and historiography. This paper shows that the elite settlement of the Netherlands was built in the Argo region because the area was supported by the surrounding environment which has cool air and beautiful mountain views. This area is also very strategic for the mobilization of people and plantation products because of its proximity to Lawang Station. KeywordsDutch elite settlement, Argo area, Lawang, Malang Abstrak Sejak awal abad ke-19 orang-orang Belanda mulai berdatangan ke Lawang (pintu gerbang Afdeeling Malang) untuk mengembangkan perkebunan. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan orientasi pemilihan pemukiman elit Belanda di daerah dataran tinggi Lawang, khususnya di kawasan Argo. Tulisan ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari 4 tahapan, heuristi, kritik, interpretasi, dan historiografi. Tulisan ini menunjukkan bahwa pemukiman elit Belanda dibangun di kawasan Argo karena wilayah tersebut didukung oleh lingkungan sekitar yang memiliki udara sejuk dan mountain view yang indah. Kawasan ini juga sangat strategis untuk mobilisasi manusia dan hasil perkebunan karena letaknya yang dekat dengan Stasiun Lawang. Kata kunciPemukiman elit Belanda, kawasan Argo, Lawang, Malang.