Maulita Misi Nurilyana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Etiologi Kegagalan Perawatan Pulpotomi pada Gigi Desidui: Literature Review Maulita Misi Nurilyana; Lasmi Dewi Nurnaini
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni: Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v3i2.3303

Abstract

Background: Pulpotomy is one of the vital pulp treatments commonly performed on primary teeth with pulp involvement due to deep caries. However, pulpotomy failure remains a significant clinical problem with varying failure rate reported across studies. Aim: This literature review aims to analyze the causes of pulpotomy treatment failure in primary teeth based on current scientific evidence. Method: This study is a qualitative research using a literature review method with secondary data obtained during May 2026 through database searches of PubMed, Science Direct, MDPI, DOAJ, and Garuda using related keywords. The retrieved articles were then selected using a PRISMA flow diagram to obtain several main articles. Results: Based on PRISMA selection, four main articles meeting the inclusion criteria were obtained for this literature review. The review findings indicate that pulpotomy treatment failure in primary teeth is caused by operator clinical technique errors including incomplete coronal pulp tissue removal and inadequate caries excavation resulting in secondary caries formation; inadequate final restoration due to poor marginal adaptation; and inappropriate pulpotomy material selection. Pulpotomy failure may result in pulp necrosis, internal and external root resorption, periapical infection, abscess or fistula, pathological tooth mobility, and gingival inflammation. Conclusion: Pulpotomy failure in primary teeth is influenced by various interrelated factors. Therefore, treatment success depends on the precision of comprehensive procedural execution, necessitating improved clinical standards to minimize the risk of failure.
HUBUNGAN STIGMA KELUARGA DAN MASYARAKAT DENGAN KESEHATAN MENTAL ODHA Huarifah Umardani; Irfan Maulana Aji Setiawan; Maulita Misi Nurilyana; Nabilah Fitri Annisa; Nurul Salsabila; Rista Aulia Ardhita
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2021: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) merupakan penyakit yang hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Di Indonesia prevalensi HIV tertinggi berada di provinsi jawa timur dan kemudian provinsi DKI Jakarta. Sementara untuk kasus AIDS provinsi jakarta menempati urutan ke 6 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Sekitar 22% kasus HIV/AIDS berada di Jawa Tengah dari total kasus di Indonesia. Salah satu hambatan terbesar dalam penurunan kasus HIV/AIDS di Indonesia adalah stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). ODHA yang mendapatkan stigma negatif dan diskriminasi seringkali mengalami penurunan semangat hidup yang kemudian membawa efek dominan pada menurunnya kualitas hidup ODHA. Penelitian kami bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara stigma masyarakat dan keluarga dengan status kesehatan mental orang dengan HIV AIDS (ODHA). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara stigma masyarakat dan keluarga terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) baik stigma positif maupun stigma negatif yang dapat berasal dari keluarga atau dari masyarakat seperti teman, tetangga, bahkan petugas kesehatan.