p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal dharma wiyata
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PERAWATAN PREVENTIF MESIN BUBUT BERBASIS PRESISI GEOMETRIS BAGI TEKNISI DAN MURID SMK PAWYATAN DAHA 3 KEDIRI Citrakara Upendra Snehabandhana Kusuma Himawan; Alfian Hudan Laksana; Yanto Budi Prasetya; Merkuriana; Banget Suroso; Muhammad Alfian Mudzakir; Moh Abdul Basit
Dharma Wiyata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Dharma Wiyata
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pawyatan Daha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin bubut merupakan peralatan kritis dalam proses pembelajaran dan produksi di bengkel manufaktur SMK. Namun, banyak mesin bubut di institusi pendidikan mengalami penurunan akurasi akibat kurangnya perawatan preventif, terutama pada aspek leveling bed, alignment spindle, dan alignment tailstock. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknis guru dan teknisi SMK melalui pelatihan praktis perawatan mesin bubut. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Maret 2026 di Bengkel Manufaktur SMK Pawyatan Daha 3 Kediri, dengan peserta terdiri dari 15 orang. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif yang menggabungkan penyampaian teori singkat dan praktik langsung menggunakan alat ukur dial indicator. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman teknis peserta, dengan 94% peserta mampu melakukan leveling bed dan alignment spindle-tailstock sesuai standar toleransi industri. Selain itu, terbentuk komitmen sekolah untuk menerapkan jadwal perawatan berkala mesin bubut. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis kompetensi dapat menjadi solusi efektif dalam menjembatani kesenjangan antara teori pembelajaran dan praktik teknis di dunia industri.
KOTAK DONASI SAMPAH PLASTIK: : SOLUSI PARTISIPATIF UNTUK PENGELOLAAN SAMPAH BERKELANJUTAN DI DESA MENANG KEDIRI Alfian Hudan Laksana; Citrakara Upendra Snehabandhana Kusuma Himawan; Yanto Budi Prasetya; Muhammad Alfian Mudzakir; Moh Abdul Basit; M. Nizarul Abdullah
Dharma Wiyata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Dharma Wiyata
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pawyatan Daha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah plastik di wilayah pedesaan masih menjadi tantangan serius akibat minimnya fasilitas pemilahan dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, merupakan salah satu wilayah yang belum memiliki sistem pengumpulan sampah plastik terpisah, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan menghambat upaya daur ulang. Guna mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada 30 Agustus 2025 - 7 September 2025 dengan pendekatan partisipatif melalui empat tahapan: (1) identifikasi permasalahan melalui dialog dengan perangkat desa, (2) perancangan kotak donasi sampah plastik, (3) produksi kotak berbahan besi hollow, dan (4) penempatan kotak di lokasi strategis berdasarkan rekomendasi Kepala Desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tiga unit kotak donasi berhasil dipasang di area Balai Desa, Petilasan Joyoboyo, dan Sendang Tirto Kamandanu. Dalam dua minggu pasca-penempatan, kotak mulai dimanfaatkan oleh warga dan pengunjung untuk menyetorkan sampah plastik seperti botol dan kemasan. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan infrastruktur fisik, tetapi juga memicu perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah serta memperkuat rasa kepemilikan terhadap program lingkungan. Namun, keberlanjutan program memerlukan dukungan sistem pengelolaan lanjutan, seperti kemitraan dengan bank sampah dan pembentukan kelompok sadar lingkungan. Pengabdian ini membuktikan bahwa intervensi sederhana berbasis partisipasi dapat menjadi langkah awal efektif menuju pengelolaan sampah plastik yang berkelanjutan di tingkat desa.