Flavia Devi Anggraeni
a:1:{s:5:"en_US";s:23:"Universitas Nusa Bangsa";}

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tingkat serangan Cnaphalocrocis medinalis (Guen.) (Lepidoptera: Pyralidae) pada Pertanaman Padi di Kab. Karawang, Jawa Barat Flavia Devi Anggraeni
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 7 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v6i2.930

Abstract

Padi merupakan komoditas pangan utama di Indonesia. Pada proses peningkatan hasil produksi panen tanaman padi, terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi praktiknya. Salah satunya adalah keberadaan hama. Hama yang berpotensi menurunkan hasil tanaman padi adalah Cnaphalocrosis medinalis (Guen.) yang umum disebut hama pelipat daun. Larva C. medinalis umumnya menyerang daun tanaman padi sehingga menganggu proses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika tingkat serangan C. medinalis pada lahan pertanaman padi. Penelitian dilakukan di lahan persawahan petani Kecamatan Rawamerta, Karawang, Jawa Barat. Intensitas serangan C. medinalis diperoleh dengan pengamatan gejala kerusakan secara langsung pada daun tanaman padi di lahan percobaan. Gejala serangan diamati dua minggu sekali, dimulai dari tanaman berusia 14 HST hingga 70 HST. Percobaan dilakukan menggunakan RAK satu faktor untuk memperoleh umur paling rentan serangan C. medinalis. Intensitas serangan C. medinalis yang diperoleh pada lahan percobaan berkisar antara 1,96 – 15,26%. Hasil analisis menunjukkan tingkat serangan C. medinalis paling tinggi berada pada umur 14 HST dengan rata-rata intensitas serangan sebesar 9,605%, kemudian menurun pada umur 28 HST, 42 HST, 56 HST, berturut-turut sebesar 4,85%, 4,93%, 3,43% dan tingkat serangan paling rendah berada pada umur tanaman 70 HST sebesar 2,33%. Sehingga, dapat dinyatakan bahwa pengambilan keputusan untuk monitoring dan pengelolaan hama C. medinalis dapat dilakukan sebelum tanaman memasuki umur 14 HST.