Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Produk dan Brand Image terhadap Repurchase Intention Scarlett Whitening pada Shopee di Bandung Raya Rosa Amelia; Mariana Rachmawati
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 3 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v3i4.2857

Abstract

Persaingan industri kecantikan dan perawatan kulit (skincare) di Indonesia semakin ketat seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk kecantikan lokal. Scarlett Whitening, sebagai salah satu merek skincare lokal yang dipasarkan melalui marketplace Shopee, dihadapkan pada tantangan untuk mempertahankan minat konsumen melakukan pembelian ulang (repurchase intention) di tengah ketatnya persaingan pasar, khususnya di wilayah Bandung Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Kualitas Produk, Brand Image, dan Repurchase Intention, serta menguji pengaruh Kualitas Produk dan Brand Image baik secara parsial maupun simultan terhadap Repurchase Intention Scarlett Whitening pada Shopee di Bandung Raya. Metode yang digunakan adalah deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert kepada 100 konsumen Scarlett Whitening di Bandung Raya yang dipilih dengan teknik non-probability purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 26 pada taraf signifikansi 0,10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas Produk dan Brand Image berpengaruh positif dan signifikan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap Repurchase Intention, dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,564 (56,4%). Di antara kedua variabel independen, Kualitas Produk memiliki pengaruh yang relatif paling dominan terhadap Repurchase Intention. Temuan ini menunjukkan bahwa merek skincare lokal perlu terus memperkuat kualitas produk maupun citra merek untuk mempertahankan perilaku pembelian ulang konsumen di tengah persaingan e-commerce yang ketat.