Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Persepsi Mahasiswa Calon Guru Matematika terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis dalam Mengajar Alya Lhutfiani; Astri Wahyuni
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 3 No. 7 (2026): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v3i7.2673

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menggambarkan bagaimana mahasiswa calon guru matematika memandang kemampuan komunikasi matematis yang mereka miliki dalam mengajar, yang mencakup kecakapan menyampaikan materi, memaparkan konsep matematika, menggunakan bahasa serta simbol matematika, dan kepercayaan diri selama proses pembelajaran. Pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif melalui metode survei deskriptif, dengan subjek penelitian berupa mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Riau yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket berskala Likert yang dirancang berdasarkan indikator-indikator kemampuan komunikasi matematis dan telah diuji tingkat validitas maupun reliabilitasnya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif melalui penghitungan rata-rata dan persentase pada masing-masing indikator. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa persepsi mahasiswa calon guru matematika atas kemampuan komunikasi matematis dalam mengajar tergolong kategori baik, dan kondisi serupa juga berlaku pada keempat indikatornya, dengan penggunaan bahasa dan simbol matematika menjadi aspek paling unggul, sementara kemampuan menjelaskan konsep matematika menjadi aspek dengan capaian paling rendah. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa memandang positif kemampuan komunikasi matematis yang mereka miliki dalam mengajar, meskipun aspek penjelasan konsep masih membutuhkan penguatan lebih lanjut lewat kegiatan pembelajaran yang lebih aktif, seperti presentasi, diskusi, dan microteaching.