Aisah Nur Shaqinah
Ilmu Komunikasi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENYULUHAN ANTI PERUNDUNGAN (BULLYING) MELALUI STRATEGI LOBI DAN KOMUNIKASI YANG BIJAK PADA SISWA-SISWI DI SDN SEPANJANG JAYA III BEKASI Aisah Nur Shaqinah; Amelia Pratiwi; Chindy Fransisca Hermanto; Jovita Octavia Ramadhani; Regina Amelia Pasya; Teti Nurbaeti; Dina Kristina
SEPAKAT Sesi Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): SEPAKAT JUNI 2026
Publisher : INTERNATIONAL PENELITI EKONOMI, SOSIAL, DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56371/sepakat.v6i1.682

Abstract

Perundungan (bullying) di lingkungan sekolah dasar masih menjadi permasalahan yang berdampak pada kondisi psikologis, sosial, dan perkembangan peserta didik. Rendahnya pemahaman siswa-siswi mengenai komunikasi yang bijak menyebabkan perilaku ejekan, hinaan verbal, serta konflik antar teman masih sering terjadi dalam interaksi di lingkup pendidikan. Penyuluhan komunikasi yang bijak diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa-siswi melalui penerapan strategi lobi sebagai upaya pencegahan perundungan (bullying) yang akan menjadi kesadaran sosial dan kontrol diri dalam memilih, memilah dan menyaring kata-kata dan sikap yang patut digunakan saat berkomunikasi dengan orang lain agar menciptakan hubungan sosial yang positif, humanis dan harmonis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan berbasis pelatihan (training-based empowerment). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa-siswi mengalami peningkatan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi bijak melalui penggunaan bahasa yang sopan, sikap empati, serta kemampuan menyelesaikan konflik melalui komunikasi yang lebih terbuka dan konstruktif. Dengan demikian, penerapan strategi lobi yang dipadukan dengan prinsip komunikasi yang bijak dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang humanis, aman, inklusif, dan bebas dari perilaku perundungan (bullying).