Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS BELIEF MATEMATIK SISWA TINGKAT SMP Himmah, Wulan Izzatul
Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Vol 1, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan belief matematik siswa kelas VIII, dan mengetahui pengaruh belief matematik siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk uji pengaruh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, dan tes. Subyek dalam penelitian ini adalah  siswa kelas VIII Bahasa SMP Eka Sakti Semarang. Hasil penelitian ini adalah (1) prosentase siswa yang memiliki belief matematik sangat tinggi, tinggi, rendah, dan sangat rendah masing-masing adalah 12,82%, 74,36%, 12,82%, dan 0%; (2) aspek keyakinan tentang pendidikan matematika yaitu 71,79%, 17,95%, 10,26%, dan 0,00%; (3) aspek keyakinan tentang diri sendiri yaitu 41,03%, 46,15%,  12,82%, dan 0,00%; (4) aspek keyakinan tentang konteks sosial yaitu 17,95%, 12,82 %, 69,23%, dan 0,00%; (5) besar koefisien korelasi antara belief matematik dan kemampuan pemecahan masalah adalah 0,531 dengan kontribusi sebesar 28,2%. Dari hasil penelitian diketahui bahwa belief matematik memiliki pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah dan setiap siswa memiliki belief matematik yang berbeda.Kata kunci: belief matematik;  kemampuan pemecahan masalah.ABSTRACTThe aim of this study was to describe grade VII students’ mathematics beliefs, and to know its affect towards students’ problem solving skill. This is a descriptive study with combination of kuantitative and cualitative approach which carried out students of grade VIII SMP Eka Sakti. Data was obtained by quisioner, interview, and test. The result shows that (1) percentage of students mathematics beliefs belongs to very high, high, low, and very low level simultaneously is 12,82%, 74,36%, 12,82%, and 0%; (2) beliefs in math education 71,79%, 17,95%, 10,26%, and 0,00%; (3) belief in  41,03%, 46,15%,  12,82%, and 0,00%; (4) beliefs in social context is 17,95%, 12,82 %, 69,23%, dan 0,00%; (5) correlation coefficient between mathematics belief and problem solving skill is 0,531 with contribution as much as 28,2%. Thus students’ mathematics beliefs affect students’ problem solving skill and each student has different level of mathematics belief.Keywords: mathematics belief, problem solving skill.
ANALISIS BELIEF MATEMATIK SISWA TINGKAT SMP Himmah, Wulan Izzatul
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 1 No 1 (2017): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan belief matematik siswa kelas VIII, dan mengetahui pengaruh belief matematik siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk uji pengaruh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, dan tes. Subyek dalam penelitian ini adalah  siswa kelas VIII Bahasa SMP Eka Sakti Semarang. Hasil penelitian ini adalah (1) prosentase siswa yang memiliki belief matematik sangat tinggi, tinggi, rendah, dan sangat rendah masing-masing adalah 12,82%, 74,36%, 12,82%, dan 0%; (2) aspek keyakinan tentang pendidikan matematika yaitu 71,79%, 17,95%, 10,26%, dan 0,00%; (3) aspek keyakinan tentang diri sendiri yaitu 41,03%, 46,15%,  12,82%, dan 0,00%; (4) aspek keyakinan tentang konteks sosial yaitu 17,95%, 12,82 %, 69,23%, dan 0,00%; (5) besar koefisien korelasi antara belief matematik dan kemampuan pemecahan masalah adalah 0,531 dengan kontribusi sebesar 28,2%. Dari hasil penelitian diketahui bahwa belief matematik memiliki pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah dan setiap siswa memiliki belief matematik yang berbeda.Kata kunci: belief matematik;  kemampuan pemecahan masalah.ABSTRACTThe aim of this study was to describe grade VII students’ mathematics beliefs, and to know its affect towards students’ problem solving skill. This is a descriptive study with combination of kuantitative and cualitative approach which carried out students of grade VIII SMP Eka Sakti. Data was obtained by quisioner, interview, and test. The result shows that (1) percentage of students mathematics beliefs belongs to very high, high, low, and very low level simultaneously is 12,82%, 74,36%, 12,82%, and 0%; (2) beliefs in math education 71,79%, 17,95%, 10,26%, and 0,00%; (3) belief in  41,03%, 46,15%,  12,82%, and 0,00%; (4) beliefs in social context is 17,95%, 12,82 %, 69,23%, dan 0,00%; (5) correlation coefficient between mathematics belief and problem solving skill is 0,531 with contribution as much as 28,2%. Thus students’ mathematics beliefs affect students’ problem solving skill and each student has different level of mathematics belief.Keywords: mathematics belief, problem solving skill.
Analisis Soal Penilaian Akhir Semester Mata Pelajaran Matematika Berdasarkan Level Berpikir Himmah, Wulan Izzatul
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 3 No 1 (2019): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medivesveteran.v3i1.698

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan soal berdasarkan level berpikir, yakni dengan mengelompokkan soal berdasarkan level Lower Order Thinking Skills (LOTS), Middle Order Thinking Skills (MOTS), atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) serta mengelompokkan soal berdasarkan jenis stimulus yang digunakan sebagai dasar pertanyaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif jenis analisis dokumen. Dokumen yang dianalisis pada penelitian ini adalah dokumen soal Penilaian Akhir Semester Genap pada mata pelajaran matematika kelas VIII di tingkat SMP salah satu sekolah di Kota Semarang tahun pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari tiga perempat dari keseluruhan soal berada pada kategori Middle Order Thinking Skills (MOTS), kurang dari seperempat dari keseluruhan soal merupakan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS), dan terdapat satu soal yang merupakan soal Lower Order Thinking Skills (LOTS). Soal kategori Higher Order Thinking Skills (HOTS) paling banyak ditemukan pada materi bangun ruang sisi datar, sedangkan pada materi peluang belum ada soal yang memenuhi kriteria Higher Order Thinking Skills (HOTS). Jenis stimulus yang terdapat pada soal adalah gambar, daftar kata, penggalan kasus, tabel, dan diagram dimana penggalan kasus merupakan stimulus yang paling banyak ditemukan, yakni hampir sepertiga dari keseluruhan soal. Kata kunci: penilaian akhir semester, level berpikir, stimulus.   ABSTRACT This research aims to describe the question based on the level of thinking, namely by grouping questions based on the level of Lower Order Thinking Skills (LOTS), Middle Order Thinking Skills (MOTS), or Higher Order Thinking Skills (HOTS) and grouping questions based on the type of stimulus used as a basis question. This research is a descriptive study of the type of document analysis. The documents analyzed in this study are documents about the Final Semester Evaluation on the eighth grade mathematics subjects in one of the Semarang Junior High School in school year 2017/2018. The results showed that more than three-quarters of all questions were in the Middle Order Thinking Skills (MOTS) category, less than a quarter of all questions were Higher Order Thinking Skills (HOTS), and there was one problem which was a matter of Lower Order Thinking Skills (LOTS). The problem with the category of Higher Order Thinking Skills (HOTS) is found mostly on 3-D shape with flat faces materials, while in the probalility materials, there is no problem that meets the criteria of Higher Order Thinking Skills (HOTS). The types of stimulus found in the problem are pictures, word lists, fragments of cases, tables, and diagrams where the fragment of the case is the most common stimulus, that is, almost one third of the questions. Keywords: final semester assessment, thinking level, stimulus.
Keefektifan Pembelajaran Problem Posing Tipe Post Solution Posing terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Himmah, Wulan Izzatul; Istiqlal, Muhammad
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 1 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v10i1.12695

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran problem posing tipe post solution posing terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada salah satu SMP di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimen dengan desain pretest-postest. Pemilihan sampel ditetapkan dengan teknik random sampling dan diperoleh siswa kelas VII A sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VII B sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data penelitian adalah tes kemampuan pemecahan masalah pada pokok bahasan segi empat sub pokok bahasan persegi panjang dan persegi. Uji yang digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan rata-rata gain adalah uji t. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata gain kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model  pembelajaran problem posing tipe post solution posing adalah 13.91, sedangkan rata-rata gain kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional adalah 7.09. Dengan uji t terlihat bahwa rata-rata gain kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran problem posing tipe post solution posing lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional.  Disarankan guru dapat terus mengembangkan pembelajaran dengan model  problem posing tipe post solution posing dan menerapkan pada materi lain.The purpose of this study was to determine the effectiveness of applying the problem posing learning model type post solution posing to students' problem solving abilities in one of the junior high schools in the Semarang city. This research is a quasi-experimental study with a pretest-posttest design. Sample selection was determined by random sampling technique and was obtained by students of class VII A as an experimental group and students of class VII B as a control group. The instrument used for retrieval of research data is a problem solving ability test on the subject of rectangles. The test used to determine the difference in average gain is the t test. Based on the results of the study, the average gain problem solving ability of students who get learning with problem posing learning model type post solution posing is 13.91, while the average gain problem solving ability of students who obtain conventional learning is 7.09. With the t test it can be seen that the average gain of problem solving abilities of students who get problem posing learning model type post solution posing is better than students who get conventional learning. It is suggested that the teacher can continue to develop learning with problem posing learning model type post solution posing and apply it to other material.  
An Analysis of Mathematical Self-Efficacy of the 10th Grade MIPA Students of MAN Salatiga Ahmad Mukhibin; Wulan Izzatul Himmah
Indonesian Journal of Mathematics Education Vol 3, No 1 (2020): Indonesian Journal of Mathematics Education
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijome.v3i1.2242

Abstract

The skills required in the 21st century are highly varied. One of them is a skill in the affective aspect, such a self-efficacy which needs to be developed. Self-efficacy can affect someones future success. Someone who has a high self-efficacy will overshoot something easier than reality. But on the other hand, a person with low self-efficacy will perceive something more difficult than reality. This causes someone to get stress and depression easily. This research aims to find out and describe the mathematical self-efficacy of students. This research is qualitative descriptive research. The subjects of the research were the students of the 10th grade MIPA of MAN Salatiga for the academic year 2018/2019 which amounted to 73 students. The instrument is used as a self-efficacy questionnaire format developed from a self-efficacy of Sutanto (2018). The instrument consists of 20 statements and has been validated by expert lecturers. The results of the research showed that 2.74% of students have very low self-efficacy, 21.92% of students have a low self-efficacy, 57.53% of students have a high self-efficacy, and 17.81% of students have very high self-efficacy. This shows that mathematical self-efficacy of students need to be trained in order to be enhanced.
Model Madrasah Sains Integratif: Menakar Konsep dan Strategi Pembelajaran Berbasis Relasi Sains dan Agama Anggun Zuhaida; Nur Hasanah; Wulan Izzatul Himmah
INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : State Institute of Islamic Studies (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/infsl3.v12i2.435-456

Abstract

AbstractRelations between science and religion are issues that have been developing for a long time, especially in Indonesia. Science as a pillar of human civilization cannot be separated from the attention of religions in the world. In Indonesia, efforts to establish the color of religion in its main education about scientific integration have been a concern in several Islamic universities. The purpose of this study was to find out the concepts and strategies of science and religion relations in learning in madrasas. This research method uses descriptive methods. The researcher measured the relation between science and religion by adapting to the approach developed by Ian G. Barbour which was divided into four: conflict; independence; dialog; and integration. The researcher found that the MTsN Kota Salatiga in the concept component was at the level of integration, but the strategy component was still at the level of dialogue. Whereas in the MTs NU Kota Salatiga it is known that the concept components and strategies are still at the level of dialogue.AbstrakRelasi ilmu dan agama adalah isu yang sudah cukup lama berkembang, utamanya di Indonesia. Ilmu sebagai pilar peradaban manusia, tidak dapat lepas dari perhatian agama-agama di dunia. Di Indonesia, upaya tentang adanya warna agama dalam pendidikan utamanya tentang integrasi keilmuan telah menjadi perhatian di beberapa perguruan tinggi islam. Tujuan dalam penelitian ini adalah, ingin mengetahui konsep dan strategi relasi sains dan agama dalam pembelajaran di madrasah. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Peneliti menakar relasi sains dan agama tersebut dengan mengadaptasi dari pendekatan yang dikembangkan oleh Ian G. Barbour yang terbagi atas empat: konflik; independensi; dialog; dan integrasi. Peneliti menemukan bahwa pada MTsN Kota Salatiga dalam komponen konsep sudah pada tataran integrasi, namun pada komponen strategi masih pada tataran dialog. Sedangkan pada MTs NU Kota Salatiga diketahui bahwa pada komponen konsep, dan strategi masih pada tataran dialog.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA Ahmad Mukhibin; Wulan Izzatul Himmah
JIPMat Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v4i2.4348

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran think pair share dengan pendekatan problem based learning efektif ditinjau dari kemampuan berfikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat eksperimen semu dengan desain penelitian berupa pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah siswa kelas X MIPA MAN Salatiga tahun pelajaran 2018/2019. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan soal tes kemampuan berfikir kritis materi vektor yang terdiri dari 5 butir soal. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil uji one sample t test rata-rata siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan model think pair share dengan pendekatan problem based learning telah mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yaitu sebesar 76,06, (2) hasil uji independent sample t test rata-rata kemampuan berfikir kritis siswa diperoleh nilai sebesar 0,006, (3) rata-rata skor N-Gain kemampuan berfikir kritis siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan model think pair share dengan pendekatan problem based learning sebesar 0,63 sedangkan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional hanya sebesar 0,50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran think pair share dengan pendekatan problem based learning efektif ditinjau dari kemampuan berfikir kritis siswa kelas X MIPA MAN Salatiga tahun 2018/2019.
Keefektifan Model Pembelajaran Means Ends Analysis Dengan Strategi Heuristik Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Afidatus Solikah; Wulan Izzatul Himmah
Hipotenusa : Journal of Mathematical Society Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Tadris Matematika IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.505 KB) | DOI: 10.18326/hipotenusa.v1i1.1-8

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui keefektifan penggunaan model pembelajaran Means Ends Analysis dengan strategi pembelajaran heuristik efektif dalam kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP N 2 Bringin. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif jenis eksperimen semu. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest posttest control group design. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dan diperoleh sampel yaitu kelas VIIF sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIE sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 25.0 dengan uji Independent Sampel T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Means Ends Analysis dengan strategi pembelajaran heuristik efektif dalam kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP N 2 Bringin.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA Nur Azizah; Wulan Izzatul Himmah
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/afeksi.v3i1.38

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) Untuk mengetahui deskripsi kemampuan komunikasi matematis siswa berdasarkan gaya kognitif field independence dalam menyelesaikan soal matematika, (2) Untuk mengetahui deskripsi kemampuan komunikasi matematis siswa berdasarkan gaya kognitif field dependence dalam menyelesaikan soal matematika. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes GEFT dan tiga kali tes kemampuan komunikasi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Siswa dengan gaya kognitif field independence (FI) memiliki kemampuan komunikasi matematis cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes pertama, kedua dan ketiga. Hasil tes siswa dengan gaya kognitif field independence (FI) lebih baik dibandingan dengan hasil tes siswa dengan gaya kognitif field dependence (FD). Siswa dengan gaya kognitif field independence (FI) mampu memenuhi sebagian besar indikator kemampuan komunikasi matematis. (2) Siswa dengan gaya kognitif field dependence (FD) memiliki kemampuan komunikasi matematis yang rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes pertama, kedua dan ketiga. Hasil tes siswa dengan gaya kognitif field dependence (FD) lebih rendah dibandingkan dengan hasil tes siswa dengan gaya kognitif field dependence (FD). Sebagian besar siswa dengan gaya kognitif field dependence (FD) mampu mengubah soal cerita ke dalam model matematika. Siswa dengan gaya kognitif field dependence (FD) mampu memenuhi sebagian kecil indikor kemampuan komunikasi matematis.
PROFIL KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS SISWA Wulan Izzatul Himmah; Saidatina Sulasdini
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 5 No 2 (2021): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v5i2.2704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika pada siswa ditinjau dari disposisi matematisnya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini sejumlah 35 siswa yang selanjutnya dipilih 3 siswa yang masing-masing memiliki disposisi matematis tinggi, sedang, dan rendah untuk diteliti kemampuan literasinya lebih lanjut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket disposisi matematis, tes kemampuan literasi matematika, dan wawancara. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan disposisi matematis rendah berada pada level 1 kemampuan literasi matematika, siswa dengan disposisi matematis sedang berada pada level 4 kemampuan literasi matematika, dan siswa dengan disposisi matematis tinggi berada pada level 5 kemampuan literasi matematika.