ABSTRACT In Indonesia, copyright issues are a problem that is often encountered and is in the public spotlight. One of the biggest problems is copyright infringement in the field of films and songs, especially piracy. Where this research focuses on violations in the form of pirated CDs/DVDs spread across Pontianak City. The act of piracy that occurred was a crime that violated Article 113 paragraphs (2), (3), and (4) of Law Number 28 of 2014 concerning Copyright.This research aims to analyze the reasons why criminal law enforcement against perpetrators of selling pirated CDs/DVDs in Pontianak City has not been implemented optimally with Law Number 28 of 2014 concerning Copyright. The type of research carried out in this research uses empirical juridical research methods using a qualitative approach, namely a method of analyzing research results that produces analytical descriptive data, data expressed in writing or orally as well as real behavior, and researched and studied as something that is intact.This research results in the conclusion that criminal law enforcement against perpetrators of selling pirated CDs/DVDs in Pontianak City has not been implemented optimally based on positive law due to the lack of frequency of raids from law enforcement officers, lack of legal socialization regarding copyright violations from law enforcers, as well as lack of awareness and compliance. community law and sellers of pirated CDs/DVDs.Keywords: Cd/Dvd, Pirated, Criminal Law Enforcement, Copyright ABSTRAK Di Indonesia permasalahan hak cipta merupakan permasalahan yang banyak dijumpai dan menjadi sorotan masyarakat. Salah satu permasalahan terbesar adalah pelanggaran hak cipta pada bidang film dan lagu, khususnya pembajakan. Dimana penelitian ini memfokuskan pada pelanggaran berupa Cd/ Dvd bajakan yang tersebar di Kota Pontianak. Tindakan pembajakan yang terjadi merupakan tindak kejahatan yang melanggar Pasal 113 ayat (2), (3), dan (4) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab Mengapa Penegakan Hukum Pidana Terhadap Pelaku Penjualan Cd/Dvd Bajakan Di Kota Pontianak Belum Dilaksanakan Secara Optimal dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu suatu cara analisis hasil penelitian yang menghasilkan data deskriptif analitis, data yang dinyatakan secara tertulis atau lisan serta juga tingkah laku yang nyata, serta diteliti dan dipelajari sebagai sesuatu yang utuh.Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa penegakan hukum pidana terhadap pelaku penjualan Cd/Dvd bajakan di Kota Pontianak belum dilaksanakan secara optimal berdasarkan hukum positif dikarenakan kurangnya frekuensi razia dari aparat penegak hukum, kurangnya sosialisasi hukum terkait pelanggaran hak cipta dari penegak hukum, serta kurangnya kesadaran dan ketaatan hukum masyarakat maupun penjual Cd/Dvd bajakan.Kata kunci : Cd/Dvd, Bajakan, Penegakan Hukum Pidana, Hak Cipta