Febry Ichwan Butsi
Dosen Tetap Prodi Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Islam Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOMUNIKASI INTERPERSONAL PELATIH DAN ATLET DALAM MENGAJARKAN NILAI FILOSOFI GERAKAN PENCAK SILAT DI PERGURUAN PATBANBU DUKO GENERATION Sintia Febriani; Febry Ichwan Butsi
Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2026): Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jdkik.v4i2.13965

Abstract

Pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai olahraga bela diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofi yang menjadi landasan pembentukan karakter atlet. Proses penanaman nilai-nilai tersebut memerlukan komunikasi interpersonal yang efektif antara pelatih dan atlet agar makna yang terkandung dalam setiap gerakan dapat dipahami dan diinternalisasikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal pelatih dan atlet dalam mengajarkan nilai filosofi gerakan pencak silat yang ditinjau dari aspek keterbukaan (openness), empati (empathy), dukungan (supportiveness), rasa positif (positiveness), dan kesamaan (equality). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang terlibat dalam proses latihan pencak silat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara sistematis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai proses komunikasi interpersonal yang terjadi antara pelatih dan atlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal memiliki peran yang sangat penting dalam proses penyampaian dan pemahaman nilai-nilai filosofi gerakan pencak silat. Keterbukaan yang dibangun pelatih mampu menciptakan suasana komunikasi yang efektif dan kondusif selama proses latihan. Empati dan dukungan yang diberikan pelatih membantu atlet memahami makna filosofis setiap gerakan sekaligus meningkatkan motivasi dan semangat berlatih. Selain itu, rasa positif dan kesamaan yang terjalin antara pelatih dan atlet memperkuat hubungan interpersonal serta menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, saling menghormati, dan saling menghargai. Dengan demikian, penerapan aspek-aspek komunikasi interpersonal terbukti berperan penting