Fathul Khair
Institut Teknologi Dan Kesehatan Muhammadiyah Kalbar

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Bimbingan Pendidikan Agama Islam Terhadap Warga Binaan Dengan Ketergantungan Narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Sintang: Pengabdian Fathul Khair; Dulides Kristianto Welly; Bambang Sumantri; Dwi Natalia Rustanti; Puji Mukti Hartani; Linda Barus
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.3992

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terhadap warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Sintang yang mengalami ketergantungan narkoba memerlukan pendekatan komprehensif, baik secara spiritual, psikologis, maupun sosial. Program bimbingan dan pendidikan Agama Islam ini bertujuan untuk memberikan pendampingan keagamaan yang humanistik, memulihkan makna diri serta membangun kembali orientasi hidup warga binaan. Permasalahan penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menyebabkan krisis spiritual dan moral yang serius. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan keagamaan yang dapat membantu pasien dalam proses penyembuhan, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan motivasi untuk berubah ke arah kehidupan yang lebih baik. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui kegiatan ceramah keagamaan, bimbingan rohani, dzikir bersama, pembacaan Al-Qur’an, bimbingan Pendidikan agama Islam dan psikologi.  Kegiatan ini dilaksanakan secara terstruktur dengan melibatkan tenaga pembimbing rohani, psikolog klinik, mahasiswa Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat, serta pihak dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Sintang. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara interaktif agar warga binaan dapat berpartisipasi aktif dan memperoleh pengalaman spiritual yang bermakna. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bimbingan keagamaan mampu memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku dan spiritual warga binaan. Warga binaan menunjukkan keinginan kuat untuk meperbaiki diri, lebih disiplin dalam beribadah, serta aktif dalam interaksi selama kegiatan diskusi berlangsung. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antara pembimbing dan warga binaan, serta menumbuhkan suasana religius di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Sintang. Kesimpulannya, bimbingan Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membantu proses rehabilitasi warga binaan dengan ketergantungan narkoba. Melalui pendekatan spiritual yang lembut dan berkesinambungan, pasien tidak hanya memperoleh ketenangan batin, tetapi juga termotivasi untuk kembali menjalani kehidupan yang sehat, bermoral, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Bimbingan Strategi PAI Dalam Menangani Bullying pada Siswa Kelas 6 di MIN 4 Pontianak Timur Kota Pontianak: Pengabdian Fathul khair; Peni Ariyani; ⁠Nurul Ratna Sari; Ekklesia Fersian Hitipeuw; Patricia Dini Ayu Anggreni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3639

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan dapat memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap perkembangan mental, sosial, emosional, maupun akademik siswa. Perilaku ini, apabila tidak ditangani secara tepat, dapat menghambat proses pembentukan karakter dan menurunkan kualitas lingkungan belajar. Oleh karena itu, upaya preventif melalui penanaman nilai-nilai agama, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI), menjadi sangat penting dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, berempati, serta mampu menghargai sesama.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi Pendidikan Agama Islam kepada siswa kelas 6 sebagai salah satu langkah antisipatif dalam mencegah dan menangani perilaku bullying di MIN 4 Pontianak. Metode pelaksanaan terdiri atas beberapa tahapan utama, yaitu: (1) observasi awal untuk mengetahui kondisi perilaku siswa kelas 6 dan bentuk-bentuk bullying yang berpotensi terjadi, (2) penyusunan materi sosialisasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam seperti akhlakul karimah, sikap saling menghormati, dan larangan menyakiti sesama, (3) pelaksanaan sosialisasi kepada siswa dan guru dalam bentuk penyuluhan, diskusi interaktif, serta studi kasus sederhana, dan (4) evaluasi terhadap pemahaman, respon, dan perubahan sikap siswa setelah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi Pendidikan Agama Islam mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya saling menghormati, menumbuhkan empati, serta menjauhi perilaku mengejek, merendahkan, ataupun menyakiti teman. Siswa terlihat lebih aktif berdiskusi mengenai contoh perilaku bullying serta cara menghindarinya berdasarkan ajaran Islam. Selain itu, guru memperoleh tambahan wawasan dan strategi pembinaan karakter yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Secara umum, kegiatan ini mendorong terciptanya suasana sekolah yang lebih kondusif, religius, dan aman bagi seluruh siswa. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat berlanjut melalui program pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam aktivitas belajar mengajar, penguatan kerja sama antara guru, orang tua, dan pihak sekolah, serta penanaman karakter Islami secara konsisten. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam dapat berfungsi secara optimal sebagai instrumen preventif dalam mencegah dan mengantisipasi perilaku bullying sejak dini.
Sosialisasi Pendidikan Agama Islam dalam Antisipasi Bullying pada Siswa di MIS Miftahul Khoir, Rasau Jaya Dedi Radhamudi; Fathul khair; Alvi Roelanda; Anang Ihsan Nurhari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3683

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering terjadi di masyarakat, temasuk dilingkungan sekolah dasar dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan mental, sosial, dan akademik siswa. Upaya preventif bisa dilakukan melalui penanaman nilai-nilai agama dan menjadi sangat penting untuk membentuk karakter pada siswa yang mencerminkan akhlak yang mulia. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, bertujuan untuk memberikan sosialisasi mengenai Pendidikan Agama Islam sebagai upaya dalam mengantisipasi bullying di MIS Miftahul Khoir Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: (1) observasi awal untuk mengetahui kondisi perilaku siswa, dinamika kelas, serta pola interaksi siswa dengan guru, (2) penyusunan materi sosialisasi berbasis nilai-nilai Islam yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa, kebutuhan sekolah, dan konteks permasalahan yang ditemukan pada tahap observasi, (3) pelaksanaan kegiatan sosialisasi kepada siswa dan guru melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari; serta (4) evaluasi terhadap pemahaman siswa setelah kegiatan melalui refleksi, umpan balik lisan maupun tertulis, serta penilaian sederhana untuk melihat perubahan pengetahuan, sikap, dan komitmen siswa dalam mengamalkan nilai-nilai Islam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi Pendidikan Agama Islam memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa tentang pentingnya saling menghormati, menumbuhkan empati, serta menjauhi perilaku mengejek dan menyakiti teman. Selain itu, siswa menjadi lebih mampu mengenali nilai-nilai moral dalam interaksi sehari-hari, memahami akibat dari perilaku negatif, dan termotivasi untuk membangun lingkungan sekolah yang lebih harmonis dan penuh kasih sayang. Siswa menjadi lebih aktif dalam berdiskusi mengenai nilai-nilai akhlak, menunjukkan keberanian untuk mengemukakan pendapat, serta mampu menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari. Selain itu, guru mendapatkan tambahan strategi dalam pembinaan karakter, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga proses pendampingan moral dan pembentukan perilaku siswa dapat dilakukan dengan lebih efektif dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendorong terciptanya suasana sekolah yang lebih kondusif, religius, dan bebas dari perilaku bullying, karena siswa mulai menunjukkan sikap saling menghargai, lebih peduli terhadap teman, serta mampu menyelesaikan konflik secara lebih bijaksana. Selain itu, meningkatnya kesadaran akan pentingnya akhlak mulia turut memperkuat budaya positif di lingkungan sekolah, sehingga tercipta iklim pembelajaran yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter siswa secara menyeluruh. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat berkelanjutan melalui pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam kegiatan belajar mengajar dan kerja sama antara guru, orang tua, serta pihak sekolah. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam dapat berfungsi secara optimal dalam mencegah dan mengantisipasi perilaku bullying sejak dini.
Bimbingan Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Lansia di Taklim Yasinan Masjid Nurul Huda Roban Singkawang Tengah: Pengabdian Raden Roro Dewi Kusumaningrum; Melky Sedeq Norman Ronaldo; Fathul Khair; Anisa Amarani; Elpriede Kristiani; Urai; Muhammad Fadly
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3693

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia melalui bimbingan pendidikan Agama Islam di Taklim Yasinan Masjid Nurul Huda Roban Singkawang Tengah. Latar belakang kegiatan ini adalah banyaknya lansia yang mengalami penurunan kondisi psikologis akibat rasa kesepian, kehilangan makna hidup, serta keterbatasan interaksi sosial. Dalam kondisi demikian, bimbingan pendidikan Agama Islam menjadi salah satu solusi yang efektif untuk menumbuhkan ketenangan batin, optimisme, serta makna hidup yang positif di kalangan lansia. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi observasi awal kondisi spiritual dan psikologis lansia, kemudian melakukan pengukuran tingkat kecemasan lansia dengan kuesioner Geriatri Anxiety Scale dilanjutkan dengan pelaksanaan bimbingan keagamaan melalui ceramah, pengajian, bimbingan ibadah, dzikir bersama, serta pendampingan personal, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi perubahan sikap dan kesejahteraan psikologis. Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif antara tim pengabdian, pembimbing keagamaan, dan pengurus taklim yasinan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lansia mengalami penurunan tingkat kecemasan dan peningkatan dalam aspek ketenangan batin, rasa syukur, sikap sabar, dan semangat hidup. Lansia menjadi lebih aktif dalam kegiatan keagamaan, lebih harmonis dalam berinteraksi sosial, serta menunjukkan perilaku yang lebih positif dalam menjalani hari-hari. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa bimbingan pendidikan Agama Islam berperan penting dalam membangun kesejahteraan psikologis lansia, karena mampu memperkuat iman, memberikan makna hidup, serta menciptakan suasana spiritual yang menenangkan. Program ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Taklim Yasinan Masjid Nurul Huda Roban Singkawang Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan spiritual dan mental lansia.
Sosialisasi Pendidikan Agama Islam dalam Antisipasi Bullying pada Siswa di SMA 1 Muhammadiyah Pontianak Fathul khair; Sena Dwi Tamara; Sudarwati Sudarwati; Yenni Lukita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4213

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan mental, sosial, dan akademik siswa. Upaya preventif melalui penanaman nilai-nilai agama menjadi sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi Pendidikan Agama Islam sebagai upaya antisipasi bullying di SMA 1 Muhammadiyah Pontianak. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: (1) observasi awal untuk mengetahui kondisi perilaku siswa, (2) penyusunan materi sosialisasi berbasis nilai-nilai Islam, (3) pelaksanaan kegiatan sosialisasi kepada siswa dan guru, serta (4) evaluasi terhadap pemahaman siswa setelah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi Pendidikan Agama Islam memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa tentang pentingnya saling menghormati, menumbuhkan empati, serta menjauhi perilaku mengejek dan menyakiti teman. Siswa menjadi lebih aktif dalam berdiskusi mengenai nilai-nilai akhlak, dan guru mendapatkan tambahan strategi dalam pembinaan karakter. Kegiatan ini juga mendorong terciptanya suasana sekolah yang lebih kondusif, religius, dan bebas dari perilaku bullying. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat berkelanjutan melalui pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam kegiatan belajar mengajar dan kerja sama antara guru, orang tua, serta pihak sekolah. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam dapat berfungsi secara optimal dalam mencegah dan mengantisipasi perilaku bullying sejak dini.