Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perilaku Kolom terhadap Beban Aksial dan Torsi dengan Variasi Bentuk Penampang Menggunakan Finite Element Method (FEM) pada Mutu Beton, Luas Penampang, dan Luas Tulangan yang Sama Fitrah Arif Harefa; Ing Johannes Tarigan; Ika Puji Hastuti
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi bentuk penampang kolom terhadap kapasitas struktur kolom pada kombinasi beban aksial dan torsi, menganalisis tingkat kesesuaian hasil diagram interaksi kolom antara metode analitis dan metode numerik menggunakan Finite Element Method (FEM) pada aplikasi Abaqus, dan menentukan bentuk penampang kolom yang memberikan kinerja struktural paling optimal berdasarkan kapasitas aksial, kapasitas torsi, distribusi tegangan, deformasi, dan pola kerusakan, dengan parameter material yang sama. Penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan bentuk penampang memengaruhi secara signifikan kemampuan kolom dalam menahan beban aksial, momen, dan torsi, meskipun kualitas beton, ukuran penampang, dan jumlah tulangan dijaga tetap sama. Kapasitas aksial beban sentris pada semua variasi kolom hampir sama, yaitu berada dalam rentang 12,06 × 10? N sampai 12,35 × 10? N. Namun, dalam kondisi keruntuhan tekan dan seimbang, terdapat perbedaan yang signifikan, yaitu kolom berbentuk persegi panjang dengan rasio 1:4 memiliki kapasitas aksial tertinggi sebesar 20.168.879 N, sedangkan kolom berbentuk persegi memiliki kapasitas terendah sebesar 5.987.336 N. Selain itu, kapasitas torsi terbesar didapat pada kolom berbentuk bulat karena distribusi tegangan geser lebih merata dan konstanta torsi lebih besar dibandingkan bentuk penampang lainnya. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa metode numerik dengan menggunakan Abaqus cocok dan sesuai dengan metode analitis. Diagram interaksi P-M yang dihasilkan dari kedua metode menunjukkan pola kurva yang mirip, di mana titik-titik kondisi keruntuhan tekan, keruntuhan seimbang, dan keruntuhan tarik berada di posisi yang tidak jauh berbeda. Berdasarkan hasil perbandingan seluruh parameter kinerja struktur, tidak terdapat satu bentuk penampang yang unggul pada seluruh aspek pembebanan.