Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL (MAKP): METODE TIM TERHADAP KEPUASAN PASIEN sukma Yunita; Sakti Perdana Siregar; Masdalifa Pasaribu; Putri Salsabila
Indonesian Trust Health Journal Vol 9 No 1 (2026): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v9i1.494

Abstract

Providing optimal nursing care is key to improving patient satisfaction. However, conditions on the ground reveal an overlap of nurses duties during critical hours, as well as complaints from patients regarding slow responses from nurses. This study aimed to determine the impact of implementing the Professional Nursing Care Model (MAKP): Team Method on patient satisfaction at RSUD Rantauprapat in 2026. This was a quantitative analytic correlational study utilizing a cross-sectional approach. Data collection was conducted over a three-week period in the surgical inpatient ward of RSUD Rantauprapat, with a sample size of 60 respondents selected via purposive sampling. The instruments used were an SOP observation sheet for the implementation of the MAKP Team and a questionnaire to measure patient satisfaction. Data analysis included univariate analysis and bivariate analysis using an alternative Chi-Square test, namely the Likelihood Ratio test. The univariate analysis showed that the majority of the MAKP team implementation at RSUD Rantauprapat was in the fair category, with 54 respondents (90.0%), and the majority of patient satisfaction levels were in the satisfied category, with 41 respondents (68.3%). The bivariate analysis using the Likelihood Ratio test yielded a p-value = 0.004 < α (0.05), which means that the implementation of the MAKP team has a significant effect on patient satisfaction so Ha is accepted. The conclusion of this study indicate that the implementation of MAKP team method has a significant impact on patient satisfaction levels in the surgical inpatient ward of RSUD Rantauprapat in 2026. The hospital management is suggested to optimize the roles and coordination of nursing care providers through regular supervision so that the quality of service can be improved from the fair to the good category in order to maximize patient satisfaction. Abstrak Pemberian asuhan keperawatan yang optimal merupakan kunci utama dalam meningkatkan kepuasan pasien. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan adanya tumpang tindih tugas perawat saat jam kritis serta keluhan dari pasien terkait lambatnya respons perawat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penerapan Metode Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP): Metode Tim terhadap kepuasan pasien di RSUD Rantauprapat Tahun 2026. Jenis penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan selama tiga minggu di ruang rawat inap bedah RSUD Rantauprapat dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi SOP untuk penerapan MAKP Tim dan kuesioner untuk mengukur kepuasan pasien. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji alternatif Chi-Square yaitu uji Likelihood Ratio. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas penerapan MAKP tim di RSUD Rantauprapat berada pada kategori cukup yaitu sebanyak 54 responden (90%) dan tingkat kepuasan pasien mayoritas berada pada kategori puas yaitu sebanyak 41 responden (68,3%). Hasil analisis bivariat dengan uji likelihood ratio diperoleh nilai p-value = 0.004 < α (0.05), yang berarti penerapan MAKP tim berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pasien sehingga Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Metode Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) tim memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap bedah RSUD Rantauprapat Tahun 2026. Pihak manajemen rumah sakit disarankan untuk mengoptimalkan peran dan koordinasi pelaksana asuhan keperawatan melalui supervisi berkala agar mutu pelayanan dapat ditingkatkan dari kategori cukup menjadi baik demi memaksimalkan kepuasan pasien.