Peberiwati Br Kaban
Akademi Pendidikan Kesehatan Talitakum, Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Ketepatan Koding Berdasarkan ICD-10 Pada Penyakit Neoplasma Rawat Inap Di RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai Yudica Rosalina Nainggolan; Rini Sri Amini; Peberiwati Br Kaban; Adelina Naibaho; Refilson Saragih; Sontina Saragih
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Ketepatan pengkodean diagnosis berdasarkan ICD-10 sangat penting dalam penyelenggaraan rekam medis karena berpengaruh terhadap mutu data klinis, pelaporan rumah sakit, serta klaim pembiayaan. Penyakit neoplasma merupakan salah satu kelompok diagnosis yang memerlukan ketelitian tinggi dalam proses pengkodean karena berkaitan dengan penentuan jenis, sifat, dan topografi penyakit.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan koding diagnosis berdasarkan ICD-10 pada penyakit neoplasma rawat inap di RSUD Dr. R. M. Djoelham Binjai.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dokumen rekam medis pasien neoplasma rawat inap dengan jumlah sampel sebanyak 50 dokumen rekam medis yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi yang digunakan untuk menilai kesesuaian antara diagnosis klinis dokter dengan kode ICD-10 yang tercantum pada dokumen rekam medis. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung persentase ketepatan dan ketidaktepatan koding diagnosis.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 dokumen rekam medis yang dianalisis, terdapat 28 kasus (56%) dengan koding diagnosis yang tepat, sedangkan 22 kasus (44%) masih ditemukan ketidaktepatan koding. Ketidaktepatan koding meliputi kesalahan dalam penentuan kategori kode, karakter keempat, serta topografi neoplasma. Faktor-faktor yang memengaruhi ketidaktepatan kode diagnosis neoplasma meliputi ketidakjelasan diagnosis tertulis oleh dokter, kurangnya pemahaman petugas koding terhadap klasifikasi neoplasma berdasarkan ICD-10, tidak optimalnya pemanfaatan hasil pemeriksaan penunjang (Patologi Anatomi), serta belum adanya audit koding dan evaluasi berkala.Kesimpulan: Ketepatan koding diagnosis neoplasma berdasarkan ICD-10 di RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai belum sepenuhnya optimal. Diperlukan peningkatan ketelitian petugas koding, pelatihan berkelanjutan, serta penggunaan pedoman ICD-10 secara konsisten guna meningkatkan kualitas data rekam medis.