Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMK Muhammadiyah 3 Metro Dinda Suci Dwi Hartati; Iga Mirah Widhi Sastri; Yoga Triwijayant
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi kekurangan sel darah merah yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk pada remaja putri. Data terbaru menunjukkan prevalensi anemia usia 15–24 tahun masih cukup tinggi. Di Kota Metro, angka kejadian anemia pada remaja putri juga tergolong signifikan. Berbagai faktor seperti pengetahuan, siklus menstruasi, pola tidur, aktivitas fisik, dan kebiasaan konsumsi teh diduga berkontribusi terhadap kejadian anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Muhammadiyah 3 Metro.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah siswi kelas X dan XI SMK Muhammadiyah 3 Metro, dengan sampel sebanyak 84 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil: Sebanyak 47,6% responden mengalami anemia. Proporsi pengetahuan kurang dan siklus menstruasi tidak normal masing-masing sebesar 51,2%, pola tidur buruk 50%, aktivitas fisik tidak aktif 46,4%, serta kebiasaan konsumsi teh tidak baik 36,9%. Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan antara siklus menstruasi (p=0,004), pola tidur (p=0,000), aktivitas fisik (p=0,001), dan kebiasaan konsumsi teh (p=0,031) dengan kejadian anemia, sedangkan pengetahuan (p=0,48) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Kesimpulan: Faktor siklus menstruasi, pola tidur, aktivitas fisik, dan kebiasaan konsumsi teh berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Diperlukan upaya edukasi kesehatan secara berkelanjutan di sekolah untuk meningkatkan pencegahan anemia melalui perbaikan gaya hidup dan pemahaman gizi.